Sumenep
Menegangkan, Ibu Melahirkan di Atas Kapal Buat Panik Ratusan Penumpang
Upaya persalinan ibu Yatik tersebut pun ditangani di deks kapal.
Penulis: Moh Rivai | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, SUMENEP - Penumpang kapal mudik gratis KM Catherine bantuan dari Pemprov Jatim jurusan Pulau Kangean – Kalianget Sumenep, digegerkan oleh jeritan ibu muda yang sedang hamil tua, Yati (30), warga Desa Bilis-Bilis, Kecamatan Arjasa, Sumenep, tiba-tiba hendak melahirkan di atas kapal, Senin malam (20/7/2015).
Untungnya, diantara ratusan penumpang kapal ada bidan pegawai RSD dr Moh Anwar Sumenep yang hendak mudik dari tempat kerjanya di pulau menuju Sumenep. Upaya persalinan ibu Yatik tersebut pun ditangani di deks kapal.
Kendati sepanjang perjalanan cuaca agak buruk, namun persalinan berjalan normal dengan lahirnya seorang bayi laki-laki berat 2,6 Kg.
‘’Kandungan ibu Yatik memang bermasalah sejak berumur 7 bulan. Karena itu, pada usia memasuki persalinan, kami rujuk ke rumah sakit Sumenep. Tapi di perjalanan malah melahirkan dan Alhamdulillah selamat,’’ ujat Bidan Indah, yang menolong persalinan Yatik.
Kini bayi dan ibunya tetap dirujuk ke RSD dr H Moh Anwar Sumenep untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lebih lanjut. Mengingat penanganan di kapal hanya seadanya.
‘Baik ibu dan bayinya masih membutuhkan perawatan atau pemulihan kesehatannya. Karena kami hanya menolong apa adanya di atas kapal,’’ sambung Bidang Indan.
Kurniadi (33) warga Desa Kali Katak, Kecamatan Arjasa, kepada Surya menuturkan, saat itu kapal KM Catherine bertolak dari pelabuhan Batu Guluk sekitar pukul 12.00. Kapal mengangkut penumpang sekitar 250 orang termasuk diantaranya Yatik dan kerabatnya serta petugas kesehatan dan Bidan Indah.
‘’Sekitar 6 jam perjalanan di laut, tiba-tiba terdengar kabar di penumpang kalau ada seseorang yang akan melahirkan. Sehingga membuat seisi kapal geger, dan untungnya ada bidan yang ikut,’’ ujar Kurniadi.
Setelah sekitar 30 menit upaya persalinan berlangsung, dan atas arahan serta anjuran bidan, akhirnya bayi Yatik lahir dengan selamat. Seisi kapalpun ikut lega menyaksikan proses persalinan yang dengan alat seadanya, namun sukses.
‘’Saat itu kapal, kira-kira berada di sebelah selatan perairan pulau Sepudi,’’ sambungnya.
Untuk menjaga kondisi bayi dan ibunya, petugas kapal langsung menghubungi pelabuhan Kalianget, agar disediakan ambulan dan petugas kesehatan. Dan 6 jam kemudian kapal KM Catherine berhasil sandar di pelabuhan Kalianget.
‘’Bayi dan ibunya langsung dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,’’ imbuh Kurniadi.