Berita Bangkalan
Adu Nyali, Bersepeda Melintasi Papan Kayu di Atas Sungai
Dari 54 peserta banyak yang gagal dan jatuh tercebur sungai.
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Rahadian Bagus
SURYAMALANG.COM, BANGKALAN - Sebanyak 54 siswa SD - SMP/MTs se Kabupaten Bangkalan beradu nyali bersepeda melintasi sungai sejauh 10 meter dengan lintasan berupa papan selebar sekitar 5 sentimeter di Jalan Halim Perdana Kusuma, Ringroad, Sabtu (15/8/2015).
Lomba itu digelar Kodim 0829 Bangkalan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan. Dari 54 peserta akan dipilih tiga pemenang dengan catatan waktu tercepat dan berhak mendapat tropi dan Tabungan BRI.
Dari 54 peserta tidak sedikit yang tergelincir dan akhirnya tercebur ke sungai. Kontan saja, jatuhnya sejumlah peserta mengundang gelak tawa warga yang menyaksian lomba tersebut.
Namun banyak juga peserta yang berhasil sampai garis finish dengan catatan waktu rata - rata sekitar 10 detik.
Tiga pemilik waktu tercepat; Amarhan SD Pejagan IX dengan catatan waktu 06,72 detik (juara I), Uuk Sephan dengan catatan waktu 07,15 detik (juara III), dan Deni siswa MTsN dengan waktu tempuh 07,15 detik.
Sebelum mengayuh sepeda, panitia memberikan setiap peserta satu pertanyaan seputar wawasan kebangsaan. Seperti halnya bunyi sila dalam Pancasila dan kebudayaan di sebuah daerah.
Peraih juara I Amarhan mengaku sempat kaget dan grogi ketika melewati gundukan dari kayu yang dijadikans sebagai aral lantaran belum sempat memantau sebelumnya.
"Sepeda sempat oleng karena keseimbangan terganggu. Namum saya coba kembali fokus. Lomba seperti ini semoga kembali digelar setiap tahun, asyik soalnya," singkatnya.
Komandan Kodim 0829 Bangkalan Letkol Inf Sunardi Istanto menyatakan, Komsos tidak hanya dilakukan dengan cara bertatap muka sambil mendengarkan materi di sebuah ruangan.
"(Komsos) tidak hanya melibatkan tokoh ulama dan tokoh masyarakat tapi siswa harus dilibatkan. Karena siswa merupakan generasi penerus bangsa," katanya.
Kegiatan Komsos kreatif ketangkasan bersepeda di atas sungai itu, dijelaskannya, sengaja digelar di Bulan Agustus dengan harapan para siswa merasa andil dan memilliki hari bersejarah Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Begitu juga kami, di tengah kesibukan sebagai abdi negara harus meluangkan waktu berbaur dengan rakyat. Karena kami besar atas dukungan rakyat," tandasnya.