Breaking News
Kamis, 16 April 2026

Blitar

Sebelum Petaka Datang, Suyanti Sudah Janji Tak Kembali ke Malaysia

"Kedua anaknya itu sudah enam tahun tak bertemu bapak ibunya..."

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Aji Bramastra
suryamalang.com
Pemakaman Suyanti (kiri). Kedua anak Suyanti, memegang foto ibunya (kanan). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Jenazah Suyanti (37), seorang TKW yang jadi korban kapal tenggelam di Malaysia, Selasa (8/9/2015) siang sekitar pukul 09.30 WIB, dimakamkan di pemakaman umum desanya, Dusun Sidomulyo, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Pemakaman ini diantarkan ratusan pelayat, mulai keluarga, tetangganya, dan tampak Sukamto (53), Kades setempat.

Suasana duka nampak sekali, terutama kedua anaknya, Ike Yuri Fatkhur Jannah, kelas 1 SMP, dan adiknya, Dwi Khoirun Nisa', kelas 5 SD.

Keduanya terus menangis, mulai jenazah ibunya tiba di rumah duka, Selasa (8/9) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB, dengan diantarkan mobil ambulan di Dinas Sosial Pemprov Jatim.

Lebih-lebih saat jenazah ibunya diberangkat ke makam, kedua bocah itu langsung tertunduk lemas.

Maklum, kedua bocah itu sudah enam tahun tak bertemu ibunya atau sejak ibunya pergi bekerja ke Malaysia. Ditambah, bapaknya, Ediansyah (40), asal Medan (bukan Palembang), juga lebih lama berada di Malaysia.

"Kedua anaknya itu sudah enam tahun tak bertemu bapak ibunya. Bahkan bisa dibilang, mereka jarang bertemu orang tuanya karena orangtuanya lebih banyak berada di Malaysia," kata Aris Priyono (42), kakak kandung Suyanti ditemui di rumah duka.

Suyanti dan Ediansyah itu bertemu di Malaysia, dan menikah di Blitar. Usai menikah, Ediansyah berangkat ke Malaysia lagi.

Baru ketika kedua anaknya sudah sekolah di SD, Suyanti menyusul suaminya

"Selama ditinggal orangtuanya bekerja di Malaysia, mereka diasuh neneknya (Partini (63)," paparnya.

Menurut Aris, kabar kecelakaan yang menimpa korban itu diketahui Ike setelah ditelepon bapaknya, dari Malaysia.

Katanya, ibunya mengalami kecelakaan karena kapal yang ditumpangi tenggelam. Saat itu, belum dijelaskan, kondisi ibunya, selamat atau tidak.

"Dia (korban) saat naik kapal itu diantarkan suaminya, Rabu (2/9) sore. Sembilan jam kemudian, suaminya mendapat kabar kalau kapal istrinya tenggelam," ujar Ashari (48), paman korban.

Aris menambahkan, korban naik kapal itu karena akan pulang. Tujuannya, selain akan membangun rumah, juga berniat tak akan kembali ke Malaysia karena ingin mengasuh anak-anaknya.

Memang, rumahnya sudah ditembok namun batu batanya masih terlihat. Bahkan lantainya masih tanah. Termasuk, dapurnya juga belum layak karena masih terbuat dari bambu.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved