Jombang
Oknum PNS Ternyata Otak Pencurian Rel Kereta Api di Stasiun Curahmalang, Hasilnya Dijual ke Pabrik
Kasus hilangnya rel di Stasiun Curahmalang, Jombang ternyata bukan pencurian biasa! Polisi berhasil mengungkap jaringan besar di baliknya.
Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Anggit Puji Widodo
Ringkasan Berita:
- Kepolisian berhasil membongkar otak di balik pencurian rel di Stasiun Curahmalang Jombang yang ternyata melibatkan seorang PNS asal Surabaya berinisial CIK (49).
- Tersangka CIK berperan mengatur strategi dan memerintahkan dua eksekutor lapangan untuk mengambil rel jenis R25 seberat 1,1 ton.
- Dari hasil penjualan tersebut, CIK mendapatkan setoran Rp1 juta, sementara sisa uang dibagi kepada para pelaku lainnya.
- Kasus ini kini berkembang pada jeratan pasal berlapis.
SURYAMALANG.COM, JOMBANG - Kasus pencurian rel kereta api di kawasan emplasemen Stasiun Curahmalang, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang memasuki babak baru.
Pihak kepolisian berhasil membongkar jaringan di balik aksi tersebut, yang ternyata diotaki oleh seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Surabaya.
Tidak hanya menangkap otak pencurian, polisi juga mengamankan penadah barang hasil curian yang diketahui telah menjual lebih dari satu ton material rel ke sebuah pabrik di Mojokerto.
Oknum PNS Surabaya Jadi Otak Pencurian
Kapolsek Sumobito, AKP Bagus Tejo Purnomo, mengungkapkan hasil pengembangan penyelidikan mengarah pada seorang pria berinisial CIK (49), warga Surabaya yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Menurut Bagus, oknum PNS itu diduga berperan sebagai otak yang mengatur sekaligus memerintahkan aksi pencurian.
"Tidak hanya pelaku di lapangan, kami menemukan indikasi adanya pihak yang menginisiasi dan mengoordinasi pencurian rel untuk dijual kembali," ucap Bagus saat dikonfirmasi terpisah pada Kamis (16/4/2026).
Baca juga: 25 Batang Rel Kereta Api di Stasiun Curahmalang Raib, 2 Pria Jombang Angkut Barang Pakai Pick Up
Dari hasil pemeriksaan, aksi tersebut telah dirancang sejak awal April 2026.
CIK diduga memerintahkan dua pelaku, yakni MS (50) asal Peterongan, Jombang dan IS (44) asal Kabuh, Jombang untuk mengambil rel bekas jenis R25 sepanjang dua meter dari area stasiun.
Pembagian hasil penjualan pun telah diatur. CIK disebut menerima Rp1 juta, sementara MS memperoleh Rp400 ribu dan IS mendapatkan Rp800 ribu.
Kronologi Pencurian Rel Kereta Api
Aksi pertama berlangsung pada 8 April 2026, dengan total 22 batang rel berhasil dijual.
Akan tetapi upaya kedua yang dilakukan pada 13 April 2026 gagal, setelah kedua pelaku ditangkap petugas sebelum sempat menjual barang curian.
Selain itu, polisi juga mengamankan seorang pria berinisial IR (51), pengepul rongsok asal Kecamatan Diwek, Jombang yang diduga berperan sebagai penadah.
Baca juga: Intan Sebut Rey Janjikan Lamborghini Beda Logo, Perhiasan Rp103 Juta: Kasus Suami Wanita di Malang
IR diketahui membeli rel curian seberat sekitar 1,1 ton dengan harga Rp3.700 per kilogram atau total Rp4.070.000, sebelum kemudian menjualnya kembali ke sebuah pabrik di Mojokerto.
"Yang bersangkutan mengetahui barang yang dibeli adalah potongan rel kereta api, namun tetap melakukan transaksi. Hal ini mengarah pada unsur penadahan," ujar Bagus melanjutkan.
Barang Bukti dan Ancaman Hukuman
pencurian rel kereta api
Stasiun Curahmalang
Kecamatan Sumobito
Jombang
PNS
oknum PNS
SURYAMALANG.COM
| 25 Batang Rel Kereta Api di Stasiun Curahmalang Raib, 2 Pria Jombang Angkut Barang Pakai Pick Up |
|
|---|
| Sosok Jasad Pria Muda Hanyut dari Daerah Lain sampai ke Jombang, Polisi Temukan Fakta Luka di Leher |
|
|---|
| Kebakaran Pikap di Tol Jombang-Mojokerto Diduga Akibat Korsleting Listrik, Tiga Penumpang Selamat |
|
|---|
| Kecelakaan Maut di Tol Jombang-Mojokerto, Sopir dan Kernet Tewas |
|
|---|
| Klaim Bung Karno Lahir di Ploso Jombang, Pemerhati Sejarah Kecewa DPRD Jombang Tolak Audiensi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Oknum-PNS-Ternyata-Otak-Pencurian-Rel-Kereta-Api-di-Stasiun-Curahmalang-Hasilnya-Dijual-ke-Pabrik.jpg)