Sabtu, 11 April 2026

Haji 2015

Resmi, 11 Jemaah Haji Kabupaten Malang Meninggal Dunia

Semua sudah dimakamkan di tanah suci. Adapun dua korban crane asal Kabupaten Malang yaitu Siti Rukayah, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum.

the guardian
Insiden di Mina. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sebanyak 11 orang jemaah haji asal Kabupaten Malang meninggal dunia di tanah suci. Sebanyak dua orang meninggal dunia karena menjadi korban crane jatuh saat di Mina.

"Sedang sembilan jemaah meninggal karena kelelahan/usia," jelas Abdurrahman, Kasi Pelayanan Haji dan Umroh Kementrian Agama Kabupaten Malang kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (14/10/2015).

Semua sudah dimakamkan di tanah suci. Adapun dua korban crane asal Kabupaten Malang yaitu Siti Rukayah, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum.

Guru Agama di SMPN di Kepanjen ini berangkat dari kloter 39 bersama suaminya. Sedang korban meninggal lainnya adlaah Masadi Saiman dari kloter 38. Masadi berasal dari Desa Simojayan, Kecamatan Ampelgading.

Guru mengaji ini berangkat haji bersama istrinya. Sehari-hari, Masadi dan istrinya tinggal di Malaysia bersama anak bungsunya. Keluarga korban crane sempat dikunjungi Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf dan Bupati Malang, Rendra Kresna di rumah mereka masing-masing.

Sempat digelar juga tahlil untuk mendoakan korban. Sementara itu, pada Rabu (14/10/2015), sebanyak 36 orang jemaah haji sudah datang.

Mereka berasal dari kloter 36. Kloter gabungan jemaah haji dari Bojonegoro, Tuban, Kota Batu, Surabaya dan Kabupaten Malang. Sementara besok, Kamis (15/10/2015), tiga kloter yaitu 37,38 dan 39 akan datang semua.

Namun jam kedatangan berbeda-beda karena jam mendaratnya tidak sama di Bandara Juanda. Saat kepulangan, jamaah haji Kabupaten Malang tidak ada penyambutan khusus.

"Kebanyakan langsung turun ke KBIH-KBIH-nya," jelas Abdurrahman.

Khusus kloter 39, ada yang turun di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Malang yang berada di kawasan Gadang Kota Malang.

"Kedatangan jemaah haji kloter 39 di kantor diperkirakan sekitar jam 15.00 WIB-an," ujar dia.

Menurut Abdurrahman, kloter 37 mendarat pukul 05.00 WIB. Kemudian kloter 38 mendarat pukul 07.00 dan kloter 39 mendarat pukul 09.00. Mulai mendarat sampai pengurusan semuanya diperkirakan perlu waktu enam jam.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved