Karya Anak Bangsa

Anak Punya Daya Ingat Lemah? Coba Pakai ini

Berkat musik, mereka berhasil meraih medali perak dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang digelar di Surabaya pekan lalu.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Aji Bramastra
suryamalang.com
Sefia dan Vina Ainurrohmah sedang memainkan gamelan Saron yang menjadi objek penelitiannya untuk membantu anak - anak Tuna Grahita, Sabtu (24/10/2015) 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Musik adalah bahasa universal. Mungkin itu yang bisa menjadi gambaran tentang penelitian yang dilakukan oleh para siswa SMAN 2 Lamongan ini.

Berkat musik, mereka berhasil meraih medali perak dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang digelar di Surabaya pekan lalu.

Melalui alat musik tradisional saron, Sefia dan Vina Ainurrohmah, berhasil menggondol medali perak dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) untuk siswa SLTA.

Dalam penelitiannya, mereka menemukan bahwa alat musik tradisional saron bisa membantu mengoptimalisasi ingatan pendek (short term memory) pada anak penyandang Tuna Grahita ringan.

"Jadi kalau alat itu dimainkan, maka ingatan jangka pendek mereka bisa terbantu,"kata Sefia.

Dari penelitian yang dilakukan terbukti anak - anak bisa terbantu. Daya ingatannya bertambah.

Sefia kepada Surya, Sabtu (24/10/2015) mengatakan, latar belakang mereka adalah ingin mengoptimalkan ingatan jangka pendek anak penderita tuna grahita usia 7-12 tahun.

Sementara, ‎alasan mereka memilih alat musik tradisional jenis saron ini karena alat musik tradisional gamelan ini merupakan alat musik tradisional yang mudah digunakan dan juga alat musik yang paling fleksibel dari semua jenis alat musik gamelan.

"Kami juga ingin mengenalkan alat musik gamelan yang kini sudah mulai tenggelam,"katanya.

Lebih jauh, Sefia mengungkapkan, dari hasil penelitian mereka selama hampir 4 bulan, alat musik Saron yang memainkan lagu Jawa 'Cublek Cublek Suweng' bisa membantu para penyandang tuna grahita untuk memperpanjang ingatan jangka pendek mereka.

"Pemilihan lagu dolanan anak inipun juga karena lagu ini adalah lagu dolanan anak karya Sunan yang mudah diingat dan dihafalkan," katanya.

Sefia dan Vina yang masih duduk di kelas XII SMAN 2 Lamongan berhasil mengalahkan sejumlah rekan mereka sesama SMA dari seluruh Indonesia.

Mereka beralasan melakukan penelitian terhadap penyandang tuna grahita usia 7 - 12 tahun karena usia 7 - 12 tahun ini lebih mudah untuk mengingat sesuatu.

"Peneliatan kami lakukan dengan membaginya menjadi variabel kontrol dan variabel eksperimen dimana dalam penelitian kami, anak penyandang tuna grahita dalam kategori variabel eksperimen lebih mudah mengingat," jelasnya.

Variabel kontrol adalah metode pembelajaran biasa, seperti kegiatan belajar mengajar di sekolah luar bisa.

Sedangkan pada variabel eksperimen adalah pembelajaran dengan menggunakan musik gamelan jenis Saron dengan cuplikan lagu anak - anak, cublek - cublek suweng.

Sebenarnya lagu yang dipilih tidak hanya satu lagu itu saja, bisa lagu - lagu lain.

Tapi prinsipnya harus lagu - lagu yang mudah diingat dan pendek. Dengan lagu pendek yang memakai gamelan itu ternyata mampu memicu ingatan anak - anak tuna grahita. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved