Malang Raya
Mahasiswa KKN di 80 SMK di Jawa Timur
"Nanti kami fokuskan ke 80 SMK mini. Pos daya juga masuk ke SMK mini, karena SMK akan menjadi tentor pemberdayaan ke masyarakat," j
Penulis: sulvi sofiana | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Perguruan Tinggi (PT) akan memberi penyuluhan ke SMK untuk disalurkan pada masyarakat. Penyuluhan ini akan dijadikan bahan sebagai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa.
Sehingga siswa SMK bisa berkomunikasi dengan masyarakat dan meningkatkan kompetensinya.
Kepala Bidang Dikmenjur Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jatim, Hudiyono menjelaskan, saat ini sedang menyusun sasaran sekolah yang dijadikan KKN mahasiswa.
"Nanti kami fokuskan ke 80 SMK mini. Pos daya juga masuk ke SMK mini, karena SMK akan menjadi tentor pemberdayaan ke masyarakat," jelas Hudiyono saat ditemui SURYAMALANG.COM dalam Workhshop Penelitian Ilmiah di Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Rabu (28/10/2015).
Sebanyak 80 SMK ini akan disebar di Jatim, dua diantaranya dimungkinkan merupakan 2 SMK swasta di Kabupaten dan Kota Malang. Pemberian penyuluhan ini diharapkan dapat menjadi penguatan softskill siswa.
"Jadi ada pengabdian pada masyarakat dari siswa. Karena menurut industri saat ini kondisi siswa kurang bisa berkomunikasi dan kreatif," jelasnya.
Dari bahan ajar yang diberikan mahasiswa, maka siswa SMK dapat berkomunikasi dan menjadi tentor sekaligus pendamping masyarakat dalam memberdayakan potensinya.
Seperti membantu masyarakat yang tidak bisa mengolah hasil tangkapan nelayan, mengajari membenahi motor, membenahi las dan lain hal sesuai kompetensi keahlian siswa.
"Inginnya nanti mahasiswa bisa memberikan penyuluhan selama 6 bulan. Pemerintah provinsi akan mendukung secara finansial juga memantau penurunan siswa dalam terjun ke masyarakat," terangnya.
Sementara itu Wakil Rektor I Unmer Malang, Prof Ir Respati Wikantiyoso MSA PhD (52) menjelaskan, workshop penelitian ilmiah kali ini ditujukan untuk kemitraan PT, SMK dan Pos Daya untuk mengiapkan mayarakat terampil.
Unmer Malang sebagai penyelenggara bersama Dindik Jatim untuk peningkatan kompetensi SMK.
"Agar siswa SMK memberikan peranan lebih dalam menyiapkan masyarakat terampil. Maka kami akan menyalurkan mahasiswa untuk penyuluhan ke siswa," ungkap ahli Tata Kota ini.
Selain itu penggagas pos daya juga bergabung dalam kemitraan ini karena jaringannya yang luas.
"Antara Pos Daya dan PT sudah banyak bekerja sama untuk pos pemberdayaan keluarga, menginisiasi dan pemberdayaan untuk peningkatan ekonomi di pedesaaan," ungkap Respati.
Unmer yang merupakan koordinator 32 PT di Malang akan mengimplementasikan pos daya sebagai wahana pembelajaran siswa SMK.
"Nantinya akan dikaitkan dengan KKN tematik mahasiswa. Seperti KKN reguler biasanya jangka waktunya 1 sampai 2 bulan, kalau Dindik meminta lebih bisa bergantian tiap universitas. Sehingga meskipun setahun akan terpenuhi penyuluhan itu," terangnya.