Kamis, 9 April 2026

Malang Raya

Dari Recehan, Dina Kini Raih Rp 16 Juta per Bulan, Ini Ceritanya

Belasan tahun pekerjaan itu dilakoni tapi keadaan ekonominya tak juga makmur. Sementara kebutuhan sehari-hari terus meningkat.Dia kemudian...

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: musahadah
surya/aflahul abidin
Dina dan wall sticker yang ia jual. Dirumahnya saat ini, Dina menyetok hingga Rp 15 juta per pekan wall sticker untuk dijual. 

SURYAMALANG.COM, MALANG – Pernah mengalami depresi karena menganggur setelah keluar dari pekerjaan,  Dina Sri Agustun bangkit dan kini mulai menikmati jerih payahnya.

Perempuan asal Desa Sumber Porong, Lawang, Malang itu sukses menjadi penjual mal online dengan pemasukan rata-rata Rp 16 juta per bulan. Jauh lebih besar dibandingkan gajinya saat bekerja Rp 2 juta per bulan.

Perjalanan hidup Dina diawali pertengahan tahun 2013. Saat itu dia bekerja sebagai supervisor salah satu penyedia layanan telepon selular di Madura.

Belasan tahun pekerjaan itu dilakoni tapi keadaan ekonominya tak juga makmur. Sementara kebutuhan sehari-hari juga terus meningkat. "Saat itu saya berada di titik puncak kejenuhan. Maka saya mantapkan diri untuk resign," tutur Dina.

Keputusan Dina itu tak dibarengi kesiapan mental dan finansial yang matang. Pada pekan-pekan awal, ia masih merasanya nyaman hidup dengan uang dari tabungan.

Tapi ketika sudah menganggur tiga bulan, ia mulai kepayahan. Nominal dari saldo rekening semakin sedikit. Ia pun mulai puyeng untuk mencari pekerjaan lain.

Dari sana, Dina mulai aktif berseluncur di dunia internet. Wanita kelahiran 31 Agustus 1977 itu berusaha mengorek informasi lowongan kerja di sana.

Saat asyik berselancar, tak sengaja ia menemukan situs salah satu mal online di Indonesia. Naluri wanitanya mulai muncul. Ia jelajahi situs itu hingga puluhan klik.

Ketika mengingat kondisi finansialnya kurang mendukung membeli sesuatu dari sana, ia kembali berfokus pada tujuan awal, yakni mencari kerja. Perkenalan dengan situs mal online pun berhenti saat itu juga.

Di waktu lain, salah satu adik ipar Dina yang berasal dari luar kota berkunjung ke rumahnya. Oleh-oleh yang dibawa sebuah wall sticker ukuran besar bermotif kembang.

Benda itu kemudian menjadi hiasan di salah satu dinding rumah itu hingga sekarang. Merasa terkesan, Dina pun berpesan pada sang adik ipar agar dibawakan kembali wall sticker yang mirip saat berkunjung ke rumahnya lagi.

Pada akhir Desember di tahun yang sama, apes dialami Dina. Sebuah motor -- satu-satunya alat transportasi miliknya -- raib digondol maling.

Kondisi ini yang mendorong dia untuk benar-benar mencari solusi finansial. Dina pun memutar otak. Ia akhirnya kembali teringat akan mal online dan wall stiker.

"Itu yang membawa saya saat ini menjadi seller wall stiker di situs tersebut," lanjutnya. Dengan modal awal Rp 500 ribu hasil penjualan perhiasan simpanan, ia pun mantap berfokus menjadi penyuplai wall sticker untuk orang-orang di hampir seluruh kota besar di Tanah Air.

Hasilnya cukup memuaskan. Di bulan-bulan awal, Dinas sudah bisa mengumpulkan kembali pundi-pundi uang sebanyak yang pernah dia dapat dari bekerja sebagai supervisor.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved