Malang Raya
Dari Recehan, Dina Kini Raih Rp 16 Juta per Bulan, Ini Ceritanya
Belasan tahun pekerjaan itu dilakoni tapi keadaan ekonominya tak juga makmur. Sementara kebutuhan sehari-hari terus meningkat.Dia kemudian...
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: musahadah
"Pada bulan ke empat, saya sudah berani mengajukan kredit mobil sebagai penganti motor saya yang hilang," ungkapnya bangga.
Saat ini, setelah hampir dua tahun berjalan, pendapatan Dina per bulan rata-rata Rp 16 juta. Bagi Dina, hasil itu lebih dari cukup buat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di rumahnya saat ini, ratusan wall sticker tertumpuk di salah satu sudut ruangan. Ornamen diding rumahnya pun penuh hiasan tersebut. Sekali berbelanja, Dina bisa menghabiskan uang sekitar Rp 15 juta. Itu ia lakukan berkali-kali dalam sebulan.
Wanita kelahiran Banjarmasin itu mengaku, untung dari tiap lembar wall stiker tidaklah besar. Selembarnya hanya beberapa ribu rupiah saja. Bahkan, untuk beberapa item, Dina mengaku, besaran untung tak sampai Rp 1000. Terlebih, seluruh barang miliknya adalah produk impor dari Tiongkok. Dalam sehari pesanannya bisa sampai 100 lembar.
"Tapi itu yang ingin saya tunjukkan. Yakni kekuatan uang recehan. Kita tidak boleh menyepelehkannya. Kalau (uang receh) dikalikan, jumlahnya akan sangat besar. Contohnya, kita pernah ingat aksi solidaritas 'Koin Peduli Prita', dari kumpulan uang Rp 500-an saja saat itu bisa terkumpul 2,5 ton. Artinya, uang receh punya kekuatan yang besar," terang dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/dina-malang_20151114_123154.jpg)