Malang Raya
Waduh, Penipuan Modus Lawas Ternyata Masih Ampuh, Orang ini Jadi Korban
Sri yang panik hanya manut perkataan si penelepon.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Aji Bramastra
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Meskipun kerap diinformasikan tentang penipuan yang berkedok anggota Polri, masih ada saja masyarakat yang tertipu.
Setelah pekan lalu seorang warga Lowokwaru tertipu, kali ini giliran warga Kecamatan Blimbing yang tertipu.
Modusnya juga sama, penipu menelepon mengaku sebagai anggota polisi dan menakut-nakuti korban penipuan bahwa anaknya ditangkap karena kasus narkoba.
Penipuan kali ini menimpa Ny Sri Wahyuningsih (60) warga Kemirahan I-B Kecamatan Blimbing Kota Malang. Ia kehilangan uang sampai Rp 15 juta akibat telepon dari seseorang yang mengaku anggota polisi.
Ceritanya, Ny Sri mendapatkan telepon dari seseorang, Jumat (4/12/2015) sekitar pukul 01.00 WIB.
Si penelepon mengaku sebagai anggota polisi dan memberitahu kalau anaknya baru saja ditangkap dalam kasus pemakaian narkoba.
Sri yang panik hanya manut perkataan si penelepon. Si penelepon meminta kepada Sri untuk mentransfer uang kepada si penelepon.
Perempuan itu akhirnya mendatangi ATM BCA di Jalan Ahmad Yani. Ia mentransfer sampai Rp 15 juta. Setelah rasa paniknya hilang, ia pun tersadar.
"Dia kemudian menelepon anaknya dan ternyata anaknya baik-baik saja. Barulah sore harinya ia melaporkan peristiwa ini ke polisi," ujar Kausbag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni, Sabtu (5/12/2015).
Atas kejadian itu, Nunung menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati.
Ia meminta masyarakat tidak mudah panik dan percaya ketika dini hari mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku polisi kemudian memberitahu tentang penangkapan dan ujung-ujungnya minta duit.
"Lebih baik cek ke kantor polisi terdekat, jangan panik dulu sebelum benar-benar dicek. Hubungi anak atau saudara yang disebutkan ditangkap itu," tegas Nunung.
Nunung mengingatkan, peristiwa ini bukan pertama kalinya terjadi. Penipuan berkedok serupa pernah terjadi sebelumnya. Pekan lalu, seorang warga di Kecamatan Lowokwaru tertipu Rp 1 juta juga karena ancaman penelepon yang mengaku polisi.
Hanya saja sang polisi tidak meminta uang, tetapi minta dibelikan pulsa untuk diisikan ke sejumlah nomor. Pengisian pulsa itu sampai menghabiskan uang sebesar Rp 1 juta.
Perempuan yang menjadi korban penipuan itu kemudian sadar dan menghubungi anaknya yang disebutkan ditangkap polisi.
"Ternyata anaknya baik-baik saja, sedang bekerja di kantornya. Jadi sekali lagi, kami menghimbau masyarakat untuk berhati-hati, jangan mudah percaya, dan tidak panik," tegas Nunung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ilustrasi-penipuan-lewat-telepon_20150420_194736.jpg)