Malang Raya

200 UKM di Malang Ikuti Sertifikasi, Ini Manfaatnya

"Kalau bicara anggaran total, kami pada tahun depan menyiapkan Rp 1,5 Miliar khusus untuk UKM,"

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: fatkhulalami

SURYAMALANG.COM, KLOJEN  - Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Malang berkesempatan mengikuti sertifikasi produk gratis pada 2016. Sertifikasi itu akan difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang.

Targetnya, sebanyak 200 UKM bisa tersertifikasi sehingga lebih siap dalam menghadapi Pasar Bebas yang dimulai akhir tahun ini.

Dibandingkan dengan jumlah UKM yang terdata, yakni sebanyak 1.030-an, jumlah fasilitas sertifikasi memang belum banyak. Namun, sebagai langkah pertama, jumlah itu dianggap sudah cukup.

Terlebih dinas harus mengevaluasi efektivitas pemfasilitasan tersebut. Jika dampaknya positif, penambahan kuota akan dipertimbangkan pada tahun berikutnya.

Kadiskop UKM Kota Malang Anita Sukmawati mengatakan, dana yang disiapkan untuk sertifikasi antara Rp 500.000 hingga Rp 1 juta per UKM.

Nilai itu sesuai dengan tarif yang dipatok lembaga sertifikasi. Rencananya, dinas akan bekerja sama dengan lembaga sertifikasi yang dinaungi oleh Universitas Merdeka Malang.

"Kalau bicara anggaran total, kami pada tahun depan menyiapkan Rp 1,5 Miliar khusus untuk UKM," kata Anita, Selasa (8/12/2015).

Dana itu sebagian besar akan dipakai untuk pelatihan rutin. Dalam draf rencana, dinas sudah menyiapkan lima jenis pelatihan bagi UKM pada 2015. Beberapa di antaranya yakni pelatihan pembuatan sulam pita, pengolahan kain perca, dan pembuatan kue kering. Ia mengakui, pemakaian dana paling tinggi memang untuk pelatihan.

Untuk bisa mengikuti sertifikasi, para UKM harus mengkuti seleksi. Nanti, dinas juga akan menggelarnya bagi UKM yang berminat.

"Tentu nanti tidak semua akan terlayani. Nantinya, ada bagian khusus yang bertugas menyeleksi. Tak menutup kemungkinan seleksi juga diselipkan dalam pelatihan-pelatihan yang kami gelar," tambahnya.

Proses pelatihan pertama akan digelar Januari 2016. Sementara target sertifikasi tuntas sekitar pertengahan tahun. Meski berselang jauh sesudah Pasar Bebas dimulai, Anita tetap optimistis sertifikasi akan membantu para pelaku UKM di Kota Malang untuk mampu bersaing dengan pelaku UKM serupa dari luar negeri.

Karena itu pula, sertifikasi akan diutamakan bagi pelaku UKM yang siap berekspansi ke negara ASEAN lain.

Beberapa jenis UKM yang diandalkan Kota Malang dalam Pasar Bebas meliputi hasil olahan makanan dan kerajinan.

"Sebagai contoh, untuk olahan makanan ada keripik-keripik dari bahan buah. Sementara untuk handycraft, Malang punya kerajinan keramik yang bagus-bagus," ucap Anita.

Tentu, Kota Malang juga mengantipasi masuknya produk UKM dari luar negeri. Antisipasi tersebut berkutat pada penguatan UKM lokal. Pasalnya, dengan berlakunya Pasar Bebas, Kota Malang tak berwenang menghambat masuknya produk UKM dari negara lain.

Anita mengakui, ancaman sebenarnya bukan hanya dimulai saat Pasar Bebas. UKM di Kota Malang sudah lama harus bersaing dengan UKM dari daerah lain di Indonesia. Menurutnya, yang terpenting bukan cara menghambat produk masuk ke kota ini.

"Yang penting bagaimana produk UKM Malang bisa tetap menonjol dengan kualitasnya. Salah satu tolok ukur, ya, dengan sertifikasi itu tadi," tambahnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved