Breaking News:

Malang Raya

Ini Kendala Pencarian Korban Terseret Ombak Pantai Bajulmati Malang

"Ombaknya sih masih biasa, sekitar 1,5 meter. Tapi anginnya kencang sekali. Gak tahu kecepatannya berapa, tapi sangat kencang,"

Penulis: David Yohanes | Editor: fatkhulalami
PMI Kabupaten Malang
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, GEDANGAN - Hari ke-3, tim SAR masih melakukan pencarian terhadap Mahendra Adekusuma (20), warga Kepanken yang hilang di Pantai Bajulmati. Namun upaya tim SAR gabungan terhambat kondisi cuaca.

Menurut Kasat Polair Polres Malang, AKP Nyoto Gelar, tinggi ombak rata-rata sekitar 1,5 meter. Namun angin bertiup sangat kencang dan menyulitkan tim SAR.

"Ombaknya sih masih biasa, sekitar 1,5 meter. Tapi anginnya kencang sekali. Gak tahu kecepatannya berapa, tapi sangat kencang," ungkap Nyoto.

Jika dipaksakan, kecepatan angin tersebut bisa membahayakan tim SAR. Karena itu seluruh perahu ditarik kembali ke Pantai Sendangbiru.

"Berbahaya kalau dipaksakan. Jadi semua perahu, termasuk dari Polair juga balik ke Sendanbiru," tambah Nyoto.

Meski demikian penyisiran masih terus dilakukan. Utamanya dari personil darat. Mereka berjalan melakukan pemantauan sepanjang garis pantai.

"Perahu-perahu karet apalagi. Mereka tidak sanggup menghadapi ombak dan angin yang demikian kencang," katanya.

Meski demikian, tim SAR masih bisa mengandalkan para nelayan setempat. Para nelayan dianggap lebih paham kondisi laut. Mereka juga masih berani melaut, meski tidak terlalu depat dengan lokasi kejadian.

"Kendala lainnya, menjelang sore hari arus bawah semakin kencang. Jadi lebih baik mengefektifkan yang di darat dulu," ujar Nyoto.

Kondisi cuaca terang, sehingga pandangan tim SAR tidak terhalang. Masih menurut Nyoto, sesuai prosedur, proses pencarian dilakukan selama tujuh hari. Setelah itu upaya pencarian akan dihentikan.

"Semoga bisa ditemukan sebelum tujuh hari," tandasnya.

Lima wisatawan disapu ombak Pantai Bajulmati, Jumat (1/1/2016). Peristiwa tersebut terjadi saat kelimanya akan mengabadikan momen tahun baru di pantai tersebut.

Seorang berhasil diselamatkan bernama Soni Angga Kusuma (25). Sedangkan satu lainnya ditemukan dalam keadaan tak bernyata, yaitu Slamet (35). Keduanya warga Jalan Kolonel Sugiono Gang VI Kelurahan Cipto Mulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Sedangkan tiga orang hilang terbawa ombak. Mereka adalah Aripin (23) dan Toni Wijaya (22), yang masih bertetangga dengan Slamet. Serta Mahendra Adekusuma (20), warga Kepanjen.

Jenazah Aripin dan Toni ditemukan tim SAR pada Sabtu (2/1/2016). Sedangkan Ade hingga kini belum ditemukan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved