Rabu, 8 April 2026

Malang Raya

Sayur Lodeh Bambu Muda Membuat Belasan Siswi SMK di Lamongan Tepar

Juwono, Kepala SMK NU Al-Hidayah menyatakan kejadian ini baru kali pertama. Padahal sudah bertahun - tahun siswi atau santri masak sendiri tidak...

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: musahadah
surya/hanif manshuri
Diantara 7 siswi keracunan sayur bung yang masih menjalanin rawat inap di RSUD Ngimbang, Rabu (13/1) 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Sebanyak 14 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) NU Al-Hidayah Kecamatan Ngimbang keracunan setelah makan sayur lodeh bung.

Tujuh siswa masih rawat inap di RSUD Ngimbang, tujuh lainnya diperbolehkan pulang.

Belasan siswa ini tinggal dalam Pondok Pesantren yang setiap hari masak bersama. Pada Selasa (12/1) sore mereka memasak sayur bung (bambu muda, red) lodeh.

"Kejadiannya sekitar Maghrib setelah anak - anak menyantap makanan, belasan anak ini merasakan mual pada perut, pusing - pusing dan muntah - muntah,"kata Pimpinan Ponpes Al- Hidayah, Ali Mas'adi kepada suryamalang.com, Rabu (13/1/2016).

Melihat kondisi para santri yang tak bisa diatasi di pondok, akhirnya semuanya dilarikan ke RSUD Ngimbang untuk mendapatkan perawatan intensif.

Setrelah dirawat, tujuh santri diperbolehkan pulang Selasa malam,  sedang tujuh lainnya sampai siang ini masih dirawat di RSUD Ngimbang. "Tapi Insya Allah hari ini sudah boleh pulang,"kata Ali Mas'adi.

Tujuh siswa yang masih diinfus dan dirawat diantaranyan Ayu (15), Latifatul (16), Sri Puji Rahayu (16), Rika (16), Pipit (16), Sari (16), Bariroh (16), dan Anisa (17).

Menurut Sri Puji Rahayu, ia bersama teman - temannya keracunan setelah makan sayur bung yang dimasak oleh bagian piket, yakni siswi pondok sendiri.

Hari itu memasak lodeh sayur bung ditambah, tempe, tahu dan kacang - kacangan.

"Waktu kita makan ya enak, tapi satu jam kemudian tiba - tiba perut ini rasanya mulas, kemudian kepala pusing dan muntah - muntah,"aku Sri Puji Rahayu.

Juwono, Kepala SMK NU Al-Hidayah menyatakan kejadian ini baru kali pertama. Padahal sudah bertahun - tahun siswi atau santri masak sendiri tidak pernah ada musibah semacam ini.

Santri juga belanja sendiri dan masak sendiri sesua dengan menu makanan yang mereka inginkan.

Sejauh ini belum diketahui pasti penyebab keracunan yang dialami para santri.

Sekretaris Dinas Kesehatan Lamongan, dr Chaidir Annas mengatakan, pihaknya telah mengambil sampel makanan. Dan sampel itu sudah dikirim ke provinsi untuk diteliti.

"Jadi sayur lodeh bung, kacang, tahu dan tempe itu sudah kita kirim ke lab di provinsi. Hasinya masih menunggu,"kata Annas.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved