Malang Raya
Inilah Mars Kota Malang, Lagu Wajib Era 70-an yang Kini Mulai Langka Dinyanyikan
“Betapa indah gemilang Kota Malang/ Kota di datar tinggi sejuk menarik hati/ Yang Brantas melintas berliku/ Yang tepi di lindung gunung/ Penuh...
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: musahadah
“Betapa indah gemilang Kota Malang/ Kota di datar tinggi sejuk menarik hati/ Yang Brantas melintas berliku/ Yang tepi di lindung gunung/ Penuh pemandangan berkat/ Malang Kota Berkat.”
SURYAMALANG.COM, MALANG - Nanda Anindita (9) malu-malu melantunkan lirik lagu itu di depan kelas. Bersama rekannya, Nabila Salsabila (9), mereka menyanyi bersama tanpa iringan musik.
Suasana seperti itu tampak lumrah dalam kelas belajar ekstrakulikuler Pramuka di SDN Kiduldalem 1, Kota Malang, Sabtu (6/2/2016).
Nanda dan Nabila adalah siswa kelas III. Setiap kali akan belajar dasar-dasar Pramuka, sejak awal naik kelas, lirik itu selalu dilagukan bersama rekan sekelasnya. Pagi itu, suara nyanyian menggema hingga ke luar bangunan sekolah.
Ketika diminta menyanyikan ulang lagu itu sendirian, Nanda hanya tersipu malu. “Tidak mau. Tidak hafal,” alasannya, sambil berlari kecil menuju bangku belakang di kelasnya. Padahal beberapa menit sebelumnya, ia menjadi satu dari sekian murid yang bernyanyi dengan suara paling lantang.
Menurut Christian Agatha, pembina Pramuka di sana, lagu yang dikenal dengan judul “Mars Kota Malang” tersebut memang sudah lama tak didengar warga Kota Malang.
Padahal, diera tahun 70-an, lagu itu menjadi lagu wajib di sekolah-sekolah dasar. Pengenalan kembali Mars Kota Malang di SDN itu pun baru dimulai tahun 2014. Siswa yang diajari, yakni kelas III dan IV.
“Tujuannya agar para siswa tak kehilangan lagu lama yang cukup bersejarah,” kata Christian.
Menurutnya, lirik di lagu itu banyak bercerita tentang kondisi Kota Malang zaman dulu yang masih hijau, asri, dan banyak bunga-bunga. Ia membandingkan dengan kondisi saat ini yang di kanan-kiri jalan banyak dijumpai ruko-ruko ketimbang pepohonan.
Selain di SDN Kiduldalem 1, Mars Kota Malang juga diajarkan pada para siswa di SDN Purwantoro 4, Kota Malang, dalam pembelajaran yang sama.
Kebetulan, ia juga menjadi pembina Pramuka di sekolah tersebut. Christian bilang, lagu selalu dinyanyikan bersama sebelum materi pembelajaran Pramuka dimulai. Cara itu dinilai efektif supaya para siswa mudah menghafalnya.
Tak mudah menelisik asal mula lagu Mars Kota Malang. Yang jelas, lagu itu terkenal sejak era 70-an.
Para siswa sekolah dasar sering membawakannya sebagai lagu wajib saat upacara. Pun saat kegiatan resmi lain.
Rochmin (51), warga Malang, mengenang, hal itu pernah dia lakukan saat masih bersekolah di SDN Latihan 3 -- saat ini menjadi MIN Malang 1 -- sekitar tahun 80-an.
“Dulu hampir setiap SD di Kota Malang menyanyikannya. Saya sekarang juga masih hafal. Cuma memang sudah sangat lama tidak mendengarnya,” kata Rochmin. Tapi, ia dulu mengenal lagu itu dengan judul “Malang Kota Subur”, bukan "Mars Kota Malang."