Malang Raya
Pengusaha UMKN di Malang Ikut Sertifikasi Kompetensi
"Saya senang ikut sertifikasi untuk menunjukkan keprofesionalan seseorang dalam mengelola usaha,"
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Pengusaha UMKM di Kota Malang senang menjalani sertifikasi kompetensi. Ada 250 orang mengikuti kegiatan tersebut di Hotel Sahid Montana 2 Malang yang digelar oleh Dinkop dan UMKM Malang.
"Saya senang ikut sertifikasi untuk menunjukkan keprofesionalan seseorang dalam mengelola usaha," jelas Desi Laisina, pemilik usaha kue "Anugerah Jaya" Malang.
Desi sudah menjalani usahanya sejak 2003.
Ia mengandalkan usahanya pada pesanan komunitas dan medsos. Sebelum sertifikasi, peserta menjalani pelatihan manajemen, praktik dan wawancara untuk sertifikasi. Menurut Desi, untuk usaha IRT, kendala usaha adalah permodalan.
Sedang Nur Amalah, perajin handy craft berupa rajutan dan tas monte menyatakan penting ikut sertifikasi. "Meski agak sulit mengelola manajemennya. Apalagi untuk handy craft. Saya membuatnya berdasarkan pesanan," kata Nur.
Ia tidak berani membuat stok banyak karena masalah modal.
"Harga bahan mahal. Kalau tidak ada yang beli? Jadi saya tidak berani ready stock," jelasnya.
Sertifikasi UMKM dilakukan oleh lembaga sertifikasi manajemen kewirausahaan dan produktifitas Universitas Merdeka (Unmer) Malang.
"Kami kerjasama dengan Dinkop Malang," jelas Dr Kridawati Sadhana, Ketua Asosiasi Asesor Kompetensi Malang Raya.
Sebanyak 12 asesor dilibatkan. Menurut dia, untuk materi ujian sertifikasi seperti manajemen keuangan dan pengelolaan keuangan, cash flow dan mempromosikan produknya. Selanjutnya mereka diberi sertifikat bahwa mereka kompeten memasarkan dan mengelola usaha.