Malang Raya
Warga Malang Bisa Pantau CCTV Arus Lalu Lintas Lewat Telpon Gengam, Ini Caranya
Rencananya, Dishub akan menggunggahnya di tempat unduh aplikasi berbasis android, Play Store.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: fatkhulalami
SURYAMMALANG.COM, KLOJEN - Selama ini, informasi pantauan arus lalu lintas banyak didapat dari radio. Media elektronik itu memang menjadi andalan pengguna jalan saat akan melewati rute-rute tertentu.
Sayangnya, informasi lewat radio terbatas. Pengendara hanya bisa mendapat gambaran jalan lancar atau jalan macet via suara.
Kini, di Kota Malang, pengendara bisa mendapat melihat langsung seluruh CCTV yang tersebar di 15 titik melalui telepon selular.
Pantauan itu bisa dilihat dari aplikasi yang baru saja diluncurkan Dinas Perhubungan Kota Malang awal April 2016 lalu. Nama aplikasinya Road Transport and Traffic Management Center (RTTMC) Kota Malang.
Ada beberapa konten dalam aplikasi tersebut. Satu yang menjadi andalan adalah pantauan nyaris real time CCTV yang tersebar di beberapa ruas jalan.
Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis oleh siapapun melalui alamat web http://bit.ly/1Rs63sE. Rencananya, Dishub akan menggunggahnya di tempat unduh aplikasi berbasis android, Play Store.
“Tapi masih ada kendala dengan google. Secepatnya akan kami masukkan di sana,” kata Kepala Dishub Kota Malang Handi Priyanto, Jumat (8/4/2016).
Dari menu “Peta CCTV” pada aplikasi tersebut, masyarakat bisa mengakses seluruh CCTV yang terpasang, antara lain, di Jl Arjuno, Jl Kauman, Jl Panji Suroso, Jl LA Sucipto, Jl Sunandar Priyo Sudarmo, Jalan Arjuno, dan terutama di Jalan akses utama Gempol – Malang.
Dalam tampilannya, lokasi CCTV itu juga dilengkapi dengan peta yang berasal mengekor dari googlemaps. Pengguna tinggal menyentuh titik petanda gambar CCTV untuk melihat secara langsung kondisi terbaru yang terekam kamera itu.
Saat SURYAMALANG.COM mempraktikannya, gambar yang tampak di layar ponsel memang serupa dengan gambaran pantuan CCTV di layar komputer di kantor Dishub. Hanya saja, resolusinya lebih rendah dan terjadi perlambatan pergerakan.
Pergerakan gambar itu tergantung dengan kekuatan signal. Selain itu, tiap beberapa detik sekali, juga muncul gambar layar kosong dalam beberapa detik sebelum kembali ke gambar pantuan jalan. Secara keseluruhan, informasi yang didapat Surya dari aplikasi tersebut cukup membantu dan cukup menggambarkan kondisi jalan.
Menurut Handi, resolusi rekaman gambar pada aplikasi memang sengaja dikurangi agar penggunanya tak terlalu banyak menghabiskan kuota internet. Ya, aplikasi ini memang hanya bisa dijalankan apabila pengguna tersambung dengan jaringan internet.
Untuk memotong pemakaian kuota, pantauan layar di telepon seluler juga berjarak sekitar lima detik dari kondisi nyata di lapangan.
“Saat pembuatan pertama kali, kami mencoba buat menayangkan gambar real time. Tapi ternyata hal itu menyedot kuota terlalu besar. Karenanya, kami merekam data tayangan dulu dan baru menayangkannya di aplikasi dengan jarak sekitar lima detik. Hemat kuotanya lumayan besar,” tambah dia.
Aplikasi itu, lanjut dia, didesain untuk selalu diperbarui. Jumlah CCTV yang bisa diakses juga akan bertambah sesuai dengan penambahan CCTV oleh Dishub. Sebelum akhir tahun, Dishub berencana menambah dua lagi CCTV di ruas jalan.
Selain itu, juga akan dipasang lima CCTV di Terminal Arjosari. Nah, setelah berkerja sesuai semestinya, tujuh tambahan kamera itu juga akan ditambahkan dalam aplikasi.