Malang Raya
Kepala BPS Kota Malang : Pendataan Sensus Ekonomi Tak Berhubungan dengan Pajak
"(Sensus) ini tidak ada hubungannya dengan pajak. Tapi ini untuk mencari ketepatan data kondisi ekonomi di Kota Malang,"
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Seluruh pelaku usaha di Kota Malang harus kooperatif untuk menyampaikan data riil dalam sensus ekonomi yang akan digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang sepanjang Mei 2016 mendatang.
Ini karena banyak indikasi pengusaha enggan memberi data lengkap dan jujur karena khawatir pendataan itu berujung pada penyesuaian nilai pajak.
"(Sensus) ini tidak ada hubungannya dengan pajak. Tapi ini untuk mencari ketepatan data kondisi ekonomi di Kota Malang. Untuk mengetahui juga potensi kekuatannya di Kota Malang sampai di mana," kata Kepala BPS Kota Malang Muhammad Sarjan, usai mengikuti Apel Pelepasan Petugas Sensus Ekonomi Tahun 2016 di Balai Kota Malang, Kamis (28/4/2016).
Ia mengatakan, data sensus ekonomi terkakhir yang BPS miliki hanya berpatok pada data 2006. Data itupun belum mencakup semua lini. Yang tertera hanya tentang kemajuan ekonomi berdasar kondisi rata-rata.
Misalnya keramaian pendatang dan banyaknya mal yang berdiri. Sementara terkait kekuatan ekonomi, belum pernah diidentifikasi. Nah, proses ini adala solusi pendataannya.
Sebanyak 1.619 petugas akan dikerahkan untuk pendataan yang akan berlangsung sebulan penuh itu. Mereka dibagi dalam beberapa blok yang disebar di lima kecamatan. Setiap petugas, kata Sarjan, ditargetkan untuk menghimpun 150 pengusaha per hari. Setiap pekan bakal ada evaluasi yang fungsinnya melihat progres dan kevalidan data.
"Kami akan lihat dia (petugas) mampu atau tidak. Data yang mereka dapat akurat atau tidak. Kalau ada masalah, kami selesaikan secara berjenjang. Bisa mulai matur ke Kepala RW setempat, jika tidak bisa ke Kelurahan, jika tidak bisa ke Camat, sampai jenjang di atasnya," tambahnya.
Nantinya, bukan hanya perusahaan besar dan sedang saja yang akan didata. Perusahaan skala kecil, seperti pembuat kue, juga akan dihimpun. Ia menerangkan, petugas akan datang secara door to door mendatangi satu demi satu rumah warga yang memiliki usaha nonpertanian.
Pengusaha harus menyampaikan data secara akurat supaya mereka potensi dan sektor yang ada bisa dimaksimalkan melalui program pemerintah dengan data BPS Kota Malang.