Malang Raya
Faris Digulung Ombak, Sang Ibu Tak Kuasa Bendung Tangisan
Tutik sangat berharap, jasad anaknya bisa segera ditemukan, dalam keadaan apapun.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Suasana rumah Muhammad Faris Alfafan Khalilan (20) diselimuti dengan duka, Senin (16/5/2016). Sejak pukul 16.00 WIB kolega, sahabat, dan teman dari Faris terus berdatangan.
Mulai dari sahabat kecil, sahabat main, teman dekat, hingga teman SD Faris. Ketika didatangi SURYAMALANG.COM, suasana rumah Faris digelar pengajian yang dilakukan oleh beberapa teman dan keluarga.
Ibu Faris, Tutik Soleha (45) mengatakan dirinya terakhir bertemu dengan anak pertamanya hari Sabtu (14/5/2016).
"Tidak ada firasat apapun saat itu. Dia pamitan sama bapaknya juga yang kerja di Palu Sabtu malam," ujar Tutik sesekali ia terisak tangisan.
Tutik sangat berharap, jasad anaknya bisa segera ditemukan, dalam keadaan apapun.
Satu dari teman bermain Faris, Sidik, mengatakan jika Faris tak bisa berenang.
"Dia itu tidak bisa berenang. Terakhir waktu berenang bersama, dia malah pakai ban," ujar dia yang menengok rumah Faris. Dia pun berharap, jasad kawannya segera ditemukan.
Terlihat suasana rumah duka juga ada tim dari anggota Panwil dari Bakesbanpol yang berjaga-jaga di rumah duka.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa telah terjadi kecelakaan laut di di Pantai Sendiki, Senin (16/5/2016) pagi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada kemajuan dari pencarian korban. Menurut pengakuan tim Bakesbanpol, pencarian di lokasi akan dilanjutkan esok hari pada pagi hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/suasan-rumah-faris_20160516_190336.jpg)