Malang Raya
Tiket Lebih "Eye Catching", PT KAI Yakin Tidak Ada Penumpukan Penumpang Cetak Tiket
Penumpang kereta api di Stasiun Malang Kota menilai tampilan tiket dalam sistem Check in Mandiri (CIM) lebih mudah dibaca daripada tiket sebelumnya.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Penumpang kereta api di Stasiun Malang Kota menilai tampilan tiket dalam sistem Check in Mandiri (CIM) lebih mudah dibaca daripada tiket sebelumnya.
Mulai Kamis (28/7/2016) PT Kereta APi Indonesia (KAI) menerapkan sistem boarding pass dengan mencetak tiket sendiri 12 jam sebelum keberangkatan di Stasiun Malang Kota Baru.
Terdapat lima unit peralatan yang bisa dipakai penumpang KA mencetak tiket mereka berdasarkan nomor booking atau cukup memindai bar code di alat pemindai.
Purwadi, penumpang KA Bima jurusan Malang - Jakarta mengaku, tampilan tiket berwarna putih dan oranye itu lebih mudah dibaca.
"Lebih mudah dibaca tulisannya, terutama untuk pencarian nomor kursi dan gerbong, daripada tiket biru yang sebelumnya. Kalau tulisan yang di tiket biru kan kecil-kecil dan rapat," ujar Purwadi sambil membandingkan tiket baru dan lama miliknya.
Menurut Purwadi penerapan CIM di Stasiun Malang terlambat, jika dibandingkan di Jakarta.
"Kemarin waktu saya mau kesini, sudah model begini," ujarnya sambil terkekeh.
Sedangkan dua sekawan yang baru turun dari Gunung Semeru, Andika dan Rifki M Romdon mengaku tidak ada perbedaan mencolok dengan model sebelumnya.
"Kalau sekarang tiketnya hanya bisa dicetak 12 jam sebelum keberangkatan hingga lima menit. Sebelumnya kan 90 hari sudah bisa dicetak. Tampilan tiket yang sekarang juga lebih 'eye catching'," kata Andika yang hendak pulang ke Tasikmalaya, Jawa Barat itu.
Sebelum ke Malang, mereka sudah memakai tiket model terbaru ketika berangkat dari Stasiun Tasikmalaya. Rifki menambahkan, proses pencetakan tiket juga tidak lama.
Sedangkan Wakil Kepala Stasiun Kota Malang Mardiono mengatakan, pencetakan tiket 12 jam sebelum keberangkatan itu meminimalkan aksi percaloan dan pemalsuan tiket kereta api.
"Pencetakan juga lebih cepat," ujarnya.