Malang Raya

Ridwan Hisjam : Leppami HMI Sangat Tepat Gerakkan Pariwisata Indonesia

"Sektor parawisata perlu disandingkan dengan kebudayaan, karena kebudayaan dapat menjadi spirit sekaligus sumber daya utama pembangunan parawisata,"

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: fatkhulalami
Istimewa
Wali Kota Batu, Edi Rumpoko sedang berbincang dengan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Mulyadi P Tamsir (batik hijau), dan Ketum Badko HMI Jawa Timur, Dharmawan Putratama usai pembukaan Jamnas dan Munas I Leppami HMI di Coban Talun, Batu, 2-6 Agustus 2016. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Anggota Komisi X DPR RI, Ridwan Hisjam memiliki pandangan Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam (Leppami) HMI merupakan organisasi mahasiswa strategis yang sangat tepat ikut mendorong dan menggerakkan pariwisata di Indonesia.

Alasannya, Leppami merupakan organisasi sayap HMI yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Dalam konteks memaknai empat pilar kebangsaan (UUD NKRI 194, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika) Leppami sangat tepat karena sebagai sayap HMI yang sangat kental dengan keislaman dan keindonesian," kata Hisjam di forum Musyawarah Nasional (Munas) I Leppami HMI, di Coban Talun, Batu 2-6 Agustus, dalam rilis Leppami yang diterima SURYAMALANG.COM, Jumat (12/8/2016).

Ridwan Hisjam yang juga politisi Golkar itu mengatakan, Indonesia memiliki warisan nilai sejarah dan budaya bangsa serta kekayaan alam yang amat kaya dan harus diwariskan kepada generasi mendatang. Kekayaan alam merupakan amanah dan pinjaman dari setiap generasi bangsa Indonesia.

"Sektor parawisata perlu disandingkan dengan kebudayaan, karena kebudayaan dapat menjadi spirit sekaligus sumber daya utama pembangunan parawisata," ujar Ridwan Hisjam.

Negara dalam hal ini pemerintah, menurut Ridwan Hisjam, perlu memahami dengan benar kebudayaan Indonesia dan menginternalisasikannya kepada masyarakat.

"Dengan cara memberikan pemahaman kebudayaan serta mewariskan nilai sejarah dan budaya bangsa kepada generasi mendatang," kata Ridwan Hisjam yang berasal dari daerah pemilihan Jawa Timur V itu.

Selain itu, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar-Bisnis dan Pemerintahan Kementerian Parawisata, Tasbir menilai kegiatan Leppami ini sesuai dengan prinsip pariwisata yang berkelanjutan khususnya yang berkaitan dengan green tourism. Namun yang lebih penting adalah rencana aksi melalui program-program kegiatan yang dilaksanakan oleh Leppami.

Menurut Tasbir, kegiatan yang diadakan di Batu ini sangat tepat, karena Kota Batu sebagai salah satu kawasan wisata yang perlu terus dikembangkan dengan prinsip wisata berkelanjutan.

Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) Kota Batu juga mengajak Leppami untuk meningkatkan potensi pariwisata.

"Terbukti dengan penduduk yang tidak lebih 2 juta, Kota Wisata Batu telah mampu menjadi destinasi wisata dengan total pengunjung tiap tahunnya lebih dari 5 juta wisatawan," sambung Arif, perwakilan Dinas Pariwisata Pemkot Batu.

Sebagai kota yang mempunyai keistimewaan untuk berdiri sendiri dan berkembang, menurut Arif, Kota Batu harus mampu mengubah pola pikir masyarakat. Dimana dahulunya masyarakat hanya hidup dengan penjualan hasil pertanian apel yang kemudian lambat laun harga apel turun, maka diperlukan inovasi baru yakni wisata petik apel.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved