Breaking News:

Jendela Dunia

Prihatin, Cucu Mahatma Gandhi Sekaligus Ilmuwan NASA Meninggal Dalam Kemiskinan

Istri Kanubai, Shivalaxmi, yang bergelar PhD di bidang biokimia, tidak mampu membayar tagihan medis suaminya.

Editor: Zainuddin
Kanubai Ramdas Gandhi, cucu Mahatma Gandhi yang menderita di akhir hidupnya. 

SURYAMALANG.COM - Kabar memprihatinkan datang keluarga tokoh ternama India, Mahatma Gandhi. Cucunya yang telah menjadi ilmuwan top NASA justru meninggal dunia dalam kemiskinan.

Seperti dilansir Daily Mail, Selasa (8/11/2016), Kanubai Ramdas Gandhi mengalami serangan jantung dan pendarahan otak. Cucu Gandhi kemudian lumpuh dan koma pada 22 Oktober kemarin.

Ia dirawat di sebuah rumah sakit (RS) kecil di India. Mirisnya, istri Kanubai, Shivalaxmi, yang bergelar PhD di bidang biokimia, tidak mampu membayar tagihan medis suaminya. Beruntung ada teman dari kerabat Gandhi yang menggalang dana untuk membantu biaya pengobatannya.

Sejak pindah ke India dua tahun lalu, Kanubhai dan Shivalaxmi hidup dalam kemiskinan. Mereka tinggal secara nomaden ke tempat penampungan yang berbeda. Akhirnya keluarga ini menetap di sebuah rumah tua.

Menurut Shivalaxmi, Kanubai ingin kembali ke negara di mana Gandhi menghabiskan hari-hari terakhir hidupnya. Mereka kemudian memutuskan meninggalkan Amerika yang telah memberikan pasangan itu kehidupan sangat baik. Kanubhai dan Shivalaxmi tinggal di Amerika Serikat (AS) selama empat puluh tahun.

“Saudara-saudara tidak membantu kami saat kami menderita,” ungkap Kanubhai pada NDTV, bulan Mei tahun ini.

Sebenarnya, mereka ingin kembali ke Amerika Serikat agar bisa berdiskusi lagi dengan orang-orang cerdas lain. Namun, semuanya sudah terlambat karena mereka telah terlanjur hidup miskin.

Saat bekerja di NASA Langley Research Center and the US Department of Defense, Kanubhai meneliti struktur sayap pesawat tempur. Kehidupan ia dan istrinya juga glamor.

Sayangnya, ia justru meninggal dunia dalam kemiskinan di usia 87 tahun di negara asalnya.

Sejumlah tokoh penting India baru mengungkapkan kesedihannya setelah berita kehidupan Kanubhai yang memprihatinkan menyebar viral di dunia maya.

Berbagai kritikan pun muncul karena keluarga Gandhi justru menderita di akhir hidupnya.

“Sangat menyedihkan. Kami gagal. Malu. Kami tidak bisa merawat Kanu Gandhi dan istrinya. Semoga Allah memberi kita akal,” kata seorang netizen.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved