Malang Raya
Dua Guru Besar Bakal Dikukuhkan Universitas Brawijaya Malang, Simak Profilnya . . .
Selama dua pekan ini, dua guru besar (gubes) Universitas Brawijaya (UB) Malang dikukuhkan Rektor UB, Selasa (15/11/2016)
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Selama dua pekan ini, dua guru besar (gubes) Universitas Brawijaya (UB) Malang dikukuhkan Rektor UB, Selasa (15/11/2016). Dua guru besar ini menambah jumlah gubes sehingga mencapai 228 orang.
Dua gubes itu adalah Dr Teti Estiasih STP MP dan Dr dr Loeki Enggar Fitri M Kes SpParK. Teti adalah guru besar bidang Ilmu Kimia dan Teknologi Lipid. Sedangkan Loeki adalah gubes di bidang Ilmu Parasitologi Klinik.
Loeki, wanita berhijab ini menyatakan pidato pengukuhannya berjudul "Resistensi Obat Jadi Tantangan Riset Anti Malaria". Usai gladi bersih pengukuhannya, Senin (14/11/2016), terkait penelitian tentang malaria, ia menjalin kerja sama dengan koleganya di daerah endemis.
"Malaria kan bukan di Jawa. Jadi saya mengambil sampelnya jauh," tutur Loeki. Ia menyebut antara lain daerah NTT, Papua sebagai endemis Malaria. Ini dilakukan ketika ia melakukan pengabdian masyarakat dengan Fakultas Kedokteran UB periode 1998-2000 silam.
Namun penyakit Malaria terus dielimir dengan program yang dilakukan pemerintah dan WHO. Menurut dia, nyamuk malaria hanya ada di malam hari dan ada di tempat-tempat tertentu.
"Di pantai utara Jawa ada sebagai daerah sporadis seperti di Jogja, Jepara," katanya. Dalam pidatonya nanti, Loeki menjelaskan mengenai peran dan fungsi dokter bidang parasitologi klinik terutama dalam bidang penelitian.
Menurut dia, dokter di bidang Parasitologi Klinik tidak hanya dituntut untuk bisa mengobati pasien namun juga pengembangan penelitian dan pelayanan serta pengabdian kepada masyarakat.
Ia fokus penelitian ke penyakit Malaria karena penyakit malaria menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Menurut dia, perlunya riset adalah mengantisipasi terjadinya re-establishment dari penyakit malaria dan mendukung program riset operasional malaria untuk mencapai eliminasi malaria secara nasional.
Sementara Dr Teti membawakan pidato pengukuhan "Pemanfaatan Hasil Samping Pengolahan Pangan sebagai Sumber Senyawa Bioaktif". Menurut dia, cairan dari hasil samping pengalengan ikan yang selama ini terabaikan bisa diolah menjadi bioaktif penting yang dibutuhkan oleh tubuh.
Contoh cairan itu saat ikan tuna atau lemuru dikalengkan, maka akan keluar cairan yang bernama stick water. Stick water mengandung minyak terdiri dari senyawa bioaktif asam lemak omega tiga, EPA (Eicosapentaenoic acid) dan DHA. EPA bisa berperan di tubuh sebagai anti kanker dll.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/dr-loeki-enggar-fitri-mkes-sppark-guru-besar-universitas-brawijaya-dari-fakultas-kedokteran_20161114_190755.jpg)