Gempa Malang
Selamat dari Gempa, Rumah di Kota Malang Kena Longsor
Longsor juga mengancam rumah Muji Slamet (58) yang berdempetan dengan rumah Djumain. Titik longsor di belakang rumah Djumain, dan dekat rumah Slamet.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Djumain (68) dan istrinya, Sumiati (50) harus mengungsi ke rumah anaknya sejak gempa melanda Malang Raya pada Rabu (16/11/2016) lalu. Sekarang dapur rumah warga Jalan Muharto gang 3, Kotalama, Kedungkandang, Kota Malang ini kena longsor.
Sebagaian dapur rumah tukang becak ini menggantung karena pondasi dan tanahnya longsor. Longsor terjadi pada Jumat (18/11/2016) sekitar pukul 01.30 WIB.
“Saya mengungsi saat gempa karena takut bangunannya ambruk atau tanahnya longsor. Ternyata longsor terjadi saat hujan deras dini hari tadi,” ujar Djumain kepada SURYAMALANG.COM.
Dia tinggal bersama anak dan cucunya agar aman. Apalagi rumah kontrakan anaknya tidak jauh dari rumahnya.
Longsor juga mengancam rumah Muji Slamet (58) yang berdempetan dengan rumah Djumain. Titik longsor ada di belakang rumah Djumain, dan dekat rumah Slamet. Longsor merontokkan pondasi dan tanah di bawah dapur rumah Djumain.
Longsor terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan sejak pukul 00.00 WIB. Bagian belakang rumah Djumain dan Slamet merupakan kawasan rawan longsor.
Erna, anak Slamet mengatakan longsor membuat penghuni rumah berhamburan keluar. Keluarga Slamet sempat mendengar suara gemuruh di dekat rumahnya.
“Sebelumnya kan ada gempa. Saat tidur pagi tadi, kok mendengar suara gruduk-gruduk. Kami semua bangun, keluar rumah meskipun hujan,” ujar Erna.
Awalnya keluarga itu menduga ada gempa lagi. Para tetangga juga keluar rumah. Warga melihat tidak ada kejadian apapun di depan rumahnya. Ternyata ada longsoran di belakang rumahnya.
Tanah longsor itu merupakan tebing plengsengan setinggi 15 meter dengan lebar 10 meter. Material tanah tidak sampai menimbun rumah di bawah rumah Djumain dan Slamet.
“Kawasan ini memang satu titik rawan longsor di RW kami,” ujar Prayitno, Ketua RW 04.
Rumah Djumain dan Slamet berada di RT 08 RW 04 Kelurahan Kotalama. Selain di RT 08, titik rawan longsor juga tersebar di RT 04, dan RT 06. Ada lima titik plengsengan rawan longsor di RW tersebut.