Breaking News:

Malang Raya

Pemilik Sertifikat Insinyur Masih Terbatas, Ini yang Dilakukan Kemenristek Dikti

Kemerinstek Dikti kemudian memilih 41 perguruan tinggi untuk menyelenggarakan profesi insinyur yang mulai dilaksanakan tahun ini

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Prof Dr Sc Agr Ir Suyadi MS, Sekjen Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Peternakan Indonesia (FPPTPI) 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Sampai saat ini yang memiliki sertifikat profesi insinyur masih terbatas. Kemerinstek Dikti kemudian memilih 41 perguruan tinggi untuk menyelenggarakan profesi insinyur yang mulai dilaksanakan tahun ini.

"Program profesi insinyur diatur di UU 11/2014 tentang keinsinyuran. Dilatar-belakangi persaingan global tenaga kerja. Maka harus ada sertifikasi global," jelas Prof Dr Sc Agr Ir Suyadi MS, Sekjen Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Peternakan Indonesia (FPPTPI) kepada SURYAMALANG.COM, Senin (19/12/2016).

Pria yang juga Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB) Malang menambahkan, sertifikasi pendidikan insinyur diperlukan di dunia kerja. Misalkan jika ada lelang pekerjaan, maka tenaga kerjanya harus bersertifikasi. Jika tidak akan sulit mendapatkan pekerjaan itu.

Untuk itu, Fakultas Peternakan berupaya menyesuaikan UU yang ada. Forum dekan peternakan Indonesia berkumpul dan sepakat akan menyelenggarakan profesi insinyur peternakan mulai tahun depan.

"Yang dibahas masih aturan,  kurikulum dan kompetensi yang  harus dicapai program insinyur itu. Juga soal hak, kewajiban dan kedudukan," kata sekjen.

Hal itu perlu dibahas karena jika tidak ada lobi ke perusahaan dan pemerintah, menambah setahun dengan sekolah insinyur lagi kepentingannya untuk apa? Apalagi lulusan peternakan menurut dia sudah habis terserap.

"Dalam program profesi insinyur peternakan nanti, maksimal teori 12 SKS. Sisanya keterampilan. Seperti studi kasus, pemagangan," kata pria ramah ini.

Dijelaskan dia, bidang peternakan secara garis besar ada tiga yaitu ruminansia (sapi, kerbau, domba), non ruminansia, seperti unggas, ayam dan nutrisi.

Sejumlah dosen Fapet UB minimal doktor/lektor kepala mengikuti pelatihan sertifikasi di Bandung beberapa waktu lalu. Selain doktor, dosen bergelar master juga bisa asal punya pengalaman mengajar selama 10 tahun.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved