Berita Video

Kocak, Anak-anak Diberi Telolet 3 Bus Berurutan, Telolet Bus ke-3 Bikin Ketawa

"Anak-anak itu menunggu di tepi jalan Magelang, sekitar 50o meter dari pintu keluar Candi Borobudur," kata Fajar.

YouTube/PiniPidiPici Project

Bahwa fenomena "OOM TOLELOTE OOOM!!!" nyata adanya. Rindu dan permintaan jika dikabulkan adalah indah~Magelang membuktikannya .

Lihat videonya : 

----------

Demam ‘Om Telolet Om’ hingga kini masih menjadi perbincangan hangat di Indonesia dan telah merembet ke luar negeri.

Di tengah kebahagiaan kecil itu, sejumlah sopir bus tak habis pikir terhadap kabar yang berhembus bahwa membunyikan klakson telolet akan dilarang.

"Mungkin yang bilang telolet dilarang itu nggak punya temen, nggak gaul," ujar Sukanta (48), sopir bus PO Agramas jurusan Jakarta-Bogor, ditemui di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (22/12).

Sukanta beranggapan bahwa pihak yang menyebut membunyikan klakson telolet dilarang hanya salah kaprah.

Menurutnya, yang salah adalah apabila klakson yang dipakai menyalahi standar yang ditentukan pemerintah.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan, seperti dijelaskan Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, dijelaskan bahwa ambang batas tingkat kebisingan suara klakson maksimal 118 dB(A)/desibel dan tidak boleh membahayakan pengguna kendaraan lainnya, karena suara yang ditimbulkan mengganggu konsentrasi.

Sukanta sendiri mengaku bus yang ia kemudikan menggunakan klakson sesuai standar. Dia mempersilakan pemerintah memeriksa klakson tiap kendaraan jika memang diperlukan.

Halaman
1234
Penulis: Aji Bramastra
Editor: Aji Bramastra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved