Malang Raya
Peluru Kendali Karya Perusahaan di Malang Ini Bisa Bidik Sasaran Sejauh 60 KM
Ricky menjelaskan ada sejumlah produk yang dibuat perusahaan itu, seperti selongsong bom aneka berat seperti Bomb P100, Bomb P250, dan Bomb P500.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, PAKIS - Sebuah prototipe peluru kendali (missile target drone) terpajang di belakang pintu masuk pabrik PT Sari Bahari di area kompleks Bandara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang. Peluru kendali bernama Petir itu berbentuk pesawat tempur ukuran mini.
Motif di tubuhnya juga loreng, seperti corak seragam TNI.
Peluru kendali itu merupakan produk baru yang sedang dikembangkan oleh PT Sari Bahari, sebuah perusahaan pembuat selongsong atau chasing bom dan peledak yang bermarkas di Malang.
Produk baru itu pula yang dikenalkan kepada tiga orang menteri yang berkunjung ke perusahaan itu, Kamis (5/1/2017).
Tiga menteri itu adalah Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, Basoeki Hadimoeljono.
Hadir pula Gubernur Jatim, Soekarwo, dan petinggi Pangkalan Udara TNI AU Abdulrachman Saleh.
Peluru kendali yang dipajang di area lobi tersebut memang contoh. Namun senjata perusak itu siap diproduksi PT Sari Bahari.
CEO PT Sari Bahari Ricky Hendrik Egam mengakui selama ini pemakai terbesar produk perusahaan tersebut adalah TNI.
Ricky menjelaskan ada sejumlah produk yang dibuat perusahaan itu, seperti selongsong bom aneka jenis berat seperti Bomb P100, Bomb P250, dan Bomb P500.
Angka di belakang huruf P menandakan berat bom yang tersimpan dalam selongsong tersebut.
“Produk terbaru kami adalah peluru kendali Petir atau missile target drone. Kami siap produksi pada tahun ini, karena sudah melewati uji coba. Peluru kendali ini bisa menempuh jarak 60 kilometer untuk sasaran diam, baik di darat, laut, dan udara,” ujar Ricky.
Pihaknya sudah berkomunikasi dengan calon pemesan peluru kendali tersebut. Ricky menegaskan semua produk yang dibuat di tempat itu dikerjakan oleh putra bangsa.
Ricky berharap ada dukungan dari pemerintah untuk pengembangan industri sektor pertahanan dan keamanan tersebut.
“Karena sebenarnya putra bangsa, dalam negeri ini mampu membuat. Jadi sebenarnya tidak perlu impor dari luar negeri,” tegasnya.
Produk yang dibuat Sari Bahari bisa dipakai untuk latihan (practice), juga memakai bahan peledak (live).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/gubernur-jawa-timur-di-pabrik-pt-sari-bahari-di-pakis-kabupaten-malang_20170105_133044.jpg)