Malang Raya
Daripada Berbuat Vandalisme, Lebih Baik Corat-coret Tembok di Kampung Ini
Kegiatan Kampung Sinau ini untuk mendorong pemuda di kampung itu yang gagal masuk ke sekolah negeri karena nilainya rendah.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Kampung Sinau terus menunjukkan eksistensinya sejak 2015. Meskipun baru terbentuk resmi setahun lalu, Kampung Sinau yang dikelola anak muda di Jalan Untung Sudiro RT 4/RW 4, Cemorokandang, Kedungkandang, Kota Malang ini berhasil membawa perubahan positif.
Penggagas Kampung Sinau, M Toha Mansyur Al Badawi (20) mengatakan kegiatan Kampung Sinau ini untuk mendorong pemuda di kampung itu yang gagal masuk ke sekolah negeri karena nilainya rendah.
“Kami menggelar bimbel gratis untuk mereka. Kami ajarkan semua pelajaran. Pengajarnya adalah tenaga lepas,” kata Mansyur, Jumat (27/1/2017).
Pelajaran tidak hanya terkait pelajaran umum, tetapi juga pelajaran budaya. Seperti yang terlihat dalam acara Pelangi Nusantara 2. Berbagai kegiatan digelar, seperti Apresiasi Seni, Workshop Pembuatan Topeng Kertas dari Gubuk Baca Lentera Negeri (GBLN) sampai penampilan mural dari komunitas Mural Surabaya.
Kegiatan musik dan seni tradisional juga diajarkan di Kampung Sinau. Pelangi Nusantara ini sendiri diadakan mulai hari ini sampai Minggu (29/1/2017).
Mansyur mengatakan pembuatan mural ini dilakukan di tembok rumah warga. Mural yang dibuat ini tidak hanya sekedar mural. Ada edukasi untuk anak-anak di kampung itu, seperti mural yang menggambarkan kehidupan.
Mural ini nantinya akan menjadikan Kampung Sinau menjadi lebih hidup untuk menggugah semangat pemuda. Ada beberapa mural yang sudah tergambar di tembok rumah warga.
“Pembuatan mural ini disaksikan oleh pemuda di kampung ini. Ini sekaligus pengetahuan membuat mural dalam hal positif. Ada juga lukisan karya pemuda kampung ini. Lukisannya dipajang dan diapresiasi. Tak hanya anak yang duduk di bangku SD saja, ada juga yang duduk di SMP, dan SMA,” imbuhnya.
Mansyur mengaku tidak menyelesaikan kuliah karena ingin fokus mengembangkan Kampung Sinau. Dulu kawannya banyak yang tidak sekolah. Sekarang dia ingin anak-anak di kampung itu bisa melanjutkan sekolah.