Malang Raya
Menteri Kesehatan : Kelebihan Gizi Berkolerasi dengan Penyakit Katastropik
Menkes menjelaskan situasi gizi warga Indonesia saat ini yang masih 27,5 persennya mengalami kurang gizi.
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Menteri Kesehatan RI, Prof Dr dr Nina Djuwita F Moelok SpM(K) memberikan seminar dalam Semiloka Nasional Pendidikan Dokter Spesialis dan Sub Spesialis di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya (UB) Malang, Kamis (23/02/2017).
Menkes menjelaskan situasi gizi warga Indonesia saat ini yang masih 27,5 persennya mengalami kurang gizi. Kurang gizi bisa berpengaruh pada anak usia produkrif sehingga tidak maksimal dalam tumbuh kembangnya.
Namun meski masih cukup banyak yang mengalami kurang gizi, kasus kelebihan gizi juga semakin meningkat.
"Yang berbahaya, kelebihan gizi berkolerasi dengan penyakit katastropik (tidak menular). Sehingga jumlahnya juga semakin meningkat," ujarnya.
Penyakit katastropik antara lain adalah penyakit jantung dan kardiovaskular, stroke, kanker, gagal ginjal, dan hipertensi. Berdasarkan data Kemenkes, jumlah pengidap penyakit hipertensi saja sudah lebih dari seperempat penduduk Indonesia, tepatnya 25,8 persen.
"Biaya jaminan kesehatan nasional untuk penyakit katastropik menghabiskan 29,67 persen total anggaran yakni berkisar Rp 16,9 triliun," katanya.
Kegiatan Semiloka Nasional Pendidikan Dokter Spesialis dan Sub Spesialis diadakan oleh Fakultas Kedokteran UB dalam rangka Dies Natalis FK UB ke 43.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/menteri-kesehatan-ri-prof-dr-dr-nina-djuwita-f-moelok-spmk_20170223_151005.jpg)