Malang Raya
Haryoto, Juru Kunci Candi se Malang Raya, Ini Kisahnya
Amanah itu ia pegang teguh hingga saat ini. Bahkan sejarah dan cerita candi-candi itu juga ia dapatkan dari mbah buyutnya.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, BATU - Candi-candi se Malang Raya ternyata memiliki satu juru kunci bersama. Sosok itu adalah Haryoto (53).
Sang juru kunci semua candi se Malang Raya, termasuk Candi Songgiriti, Kota Batu ini sudah menjalani profesi sebagai juru kunci sejak tahun 1997.
Mulai sejak ia merawat candi tanpa dibayar, hingga dipanggil oleh Presiden RI tahun 2013 semua dilaluinya dengan senang.
Ditemui di Candi Songgoriti, ia tampak sibuk menata dupa di candi itu, Minggu (9/4/2017). Mengenakan jaket dan blankon di kepalanya, ia baru saja menerima kunjungan wisatawan.
Haryoto sudah bergelut dengan sejarah candi-candi ini sejak ia usia 10 tahun. Ia hanya meneruskan amanah dari mbah buyutnya untuk menjadi juru kunci candi.
Amanah itu ia pegang teguh hingga saat ini. Bahkan sejarah dan cerita candi-candi itu juga ia dapatkan dari mbah buyutnya.
"Mbah dulu tidak dibayar sama sekali untuk jadi juru kunci. Sampai pada akhirnya, karena candi ini merupakan aset negara, maka dari Balai Pelestarian dan Peninggalan Purbakala, menggaji yang berprofesi sebagai juru kunci candi," kata Haryoto.
Itu pun, lanjutnya mulai tahun 1997. Haryoto diangkat menjadi pegawai oleh BP3 mulai tahun 2007 sebagai juru pelihara sekaligus koordinator juru kunci candi-candi se Malang Raya. Sejak itu, bagi Haryoto ialah angin segar, karena pekerjaamnya sebagai juru kunci diakui.
Haryoto berkali-kali mendapat apresiasi dari pihak manapun. Termasuk dari Susilo Bambang Yudhoyono, mantan Presiden RI. Tahun 2013 ia diminta oleh SBY mempresentasikan Candi Songgoriti di Istana Merdeka. Saat itu, Haryoto memperkenalkan Candi Songgoriti dihadapan para raja se Nusantara dan dari 10 negara. Mulai dari Malaysia, Brunai, India, Rusia, dan masih banyak lagi.
"Saya menjelaskan mulai dari sejarahnya, hingga peinggalan-peninggalan yang ada di sekitar Candi Songgoriti. Seperti sumber air panas yang sampai saat ini mampu dijadikan obat," tuturnya.
Sampai saat ini, Candi Songgoriti tetap ramai dan dijadikan sebagai tempat ritual. Setiap tanggal 1 suro, pasti ada tradisi ngudek jenang suro warna putih. Warga pun memadati Candi Songgoriti untuk bersama-sama melakukan selamatan desa. Selamatan ini adalah bentuk ungkapan rasa syukur kepada leluhur.
Dalam selametan itu, juga diberi bumbu penampilan seperti pertunjukan kesenian bantengan, wayangan, mocopat. Namun sayangnya, itu semua dilakukan secara swadaya masyarakat Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/haryoto-juru-kunci-candi_20170409_205027.jpg)