Breaking News:

Travel

Tenun Malang Warnai Pameran Tenun dan Batik Nusantara

Kain yang dipajang antara lain berasal dari NTT, NTB, Yogyakarta, Banten, Jawa Tengah, Bali, Padang, suku Batak dan Baduy

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Pengunjung melihat aneka kain batik dan tenun dalam pameran The Great Heritage of Indonesia,Weaving, Batik and Silver Jewelery di Ruang TTirta Gangga,Hotel Tugu Kota Malang, Jumat (14/4/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN  - Deretan kain tersaji secara apik dan indah ketika memasuki ruang Tirta Gangga Hotel Tugu Kota Malang, Jumat (14/4/2017). Deretan kain ini seakan mengatakan asal daerah masing-masing.

Kain yang tertata, tersampir, ataupun yang terlipat semuanya kain khas aneka daerah di Indonesia. Kain-kain itu menjadi bukti kekayaan budaya tekstil suku di Indonesia.

Kain yang ditampilkan merupakan tenun dan batik. Selain kain, pameran itu juga menyajikan aneka perhiasan (jewelery).

"Sesuai temanya. Tahun ini kami mengangkat tema The Great Heritage of Indonesia, Weaving, Batik and Jewelery. Kami tampilkan kain tenun dan batik dari sejumlah daerah penghasil tenun dan batik di Indonesia," ujar Sarasvati, Marketing Hotel Tugu kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (14/4/2017).

Kegiatan ini akan dihelat hingga 22 April nanti. Kegiatan ini untuk memperingati HUT Kota Malang ke-103 juga Hari Kartini. Menurut Saras, tahun ini memasuki tahun yang ketujuh.

Kain yang dipajang antara lain berasal dari Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Yogyakarta, Banten, Jawa Tengah, Bali, Padang, juga ada kain tenun khas suku Batak dan Baduy.

"Dan tahun ini penampilan khusus dan kali pertama dari tenun Malang. Baru kali ini. Tenun berbahan nilon juga katun. Ciri khasnya adalah topeng Malangan," imbuh Saras.

Tenun Malang ini menempati meja di tengah ruang pamer itu. Motif topeng Malangan terlihat di beberapa bagian di lembaran kain itu.

Untuk tenun Malang ini dibanderol Rp 275.000 per lembar hingga Rp 350.000. Tenun Malang ini warnanya tidak secerah tenun dari NTT, Batak, bahkan Baduy. Warnanya masih didominasi hitam, magenta juga hijau gelap.

Saras menambahkan tenun Malang itu ditampilkan atas rekomendasi Ny Dewi Farida Suryani, istri Wali Kota Malang.

"Ini milik pelaku UKM di Tlogomas Kota Malang," imbuhnya.

Saras berharap melalui pameran itu, pengunjung mengetahui jika Malang juga memiliki tenun, selain batik.

Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan pakaian etnis siap pakai, pameran itu juga menyediakan. Uni

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved