Malang Raya

Universitas Brawijaya Tambah 2 Guru Besar, Kali Ini dari Fakultas Peternakan dan Fakultas Kedokteran

Dua orang itu butuh waktu lama untuk memproses menjadi guru besar. Karena program percepatan guru besar, dua orang ini menunggu kurang dari setahun.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Guru besar UB ke-139, Dr Ir Veronica Margareta Ani Nurgiartiningsih MSc dari Fakultas Peternakan. 

SURYAMALANG COM, LOWOKWARU - Universitas Brawijaya (UB) menambah dua guru besar.

Pengukuhan dua guru besar itu akan digelar pada Kamis (12/10/2017).

Dua guru besar itu adalah Dr dr Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib MKes SpRad(K) dari Fakultas Kedokteran.

Dia menjadi guru besar ke-233.

Sedangkan guru besar ke 234 adalah Dr Ir Veronica Margareta Ani Nurgiartiningsih MSc dari Fakultas Peternakan.

Tidak butuh waktu lama bagi Yuyun dan Ani untuk memproses menjadi guru besar.

Karena program percepatan guru besar, dua orang ini hanya menunggu kurang dari setahun.

“Saya mendaftar pada Desember 2016. Itu termasuk cepat,” kata Ani kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (11/10/2017).

Lulusan Universitas Martin Luther, Jerman itu akan menyampaikan orasi ilmiah tentang peningkatan performance produktivitas sapi Indonesia melalui metode seleksi.

“Indonesia masih impor sapi karena rendahnya produktivitas sapi lokal.”

“Oleh karena itu prinsip seleksi dipilih untuk mendapat individu sapi lokal unggul, baik dari segi bobot maupun dagingnya,” jelasnya.

Selama ini rendahnya produktivitas seleksi sapi lokal cenderung negatif.

Sebab, peternak cenderung memilih sapi yang bagus untuk dijual.

Sedangkan sapi yang kualitasnya kurang bagus dikembangbiakkan.

“Perkembangbiakkan sapi lokal kerap kali hasilnya kurang baik. Sebab, dilakukan perkawinan antar saudara atau individu sapi yang berkerabat sehingga muncul cacat genetik. Lalu perkawinan dilakukan antar dua bangsa sehingga hasilnya blasteran,” terangnya.

Maka dari itu perlu seleksi akurat untuk memilih ternak unggul terbaik untuk dikembangbiakkan.

“Pemerintah juga telah memiliki program seleksi uji performance sapi potong nasional sejak 2009.”

“Saya termasuk komisi pertimbangannya,” ungkap Ani.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved