Malang Raya
Isi Lambung Sapi Antar Mahasiswa Universitas Brawijaya Menang Lomba Inotek
B-PLastrue merupakan inovasi teknologi pengolahan isi rumen sapi menjadi bijih plastik yang mudah terurai dan ramah lingkungan.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pemerintah Kota Malang menyerahkan penghargaan kepada pemenang Lomba Teknologi Inovasi (Inotek) 2017 yang digelar oleh Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) di Hotel Savana Kota Malang, Selasa (31/10/2017).
Pemenang Inotek itu terbagi dalam beberapa kategori seperti lingkungan hidup dan ekonomi.
Salah satu pemenang di lomba Inotek 2017 ini adalah inovasi 'B-Plastrue' atau biodegredable plastic from wamen waste.
Kelompok yang memiliki inovasi ini meraih juara I untuk kategori Lingkungan Hidup.
B-PLastrue merupakan inovasi teknologi pengolahan isi rumen sapi menjadi bijih plastik yang mudah terurai dan ramah lingkungan.
Empat sekawan dari Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya menggawangi inovasi tersebut.
Keempatnya adalah Diezka Ahmad Al-Hafidh, Kevin Aditya Prathama. Syaila Salsabila Faradis, dan Naila El-Arisie.
Produk B-PLastrue dipamerkan bersama produk pemenang Inotek lainnya di acara penganugerahan penghargaan tersebut. B-Plastrue yang ditampilkan dalam bentuk bijih, dan lembaran bijih bio-plastik berukuran 15x10 centimeter.
"Dilatarbelakangi sampah plastik sintetis yang lama terurai jika dipendam di dalam tanah. Kami mencoba mencari terobosan solusi terkait sampah plastik sintetis, dengan mengganti plastik sintetis memakai bio-plastik," ujar Kevin.
Akhirnya terpilihnya isi lambung (rumen) sapi sebagai bahan utama. Isi ramen sapi itu diformulasikan dengan bahan lain yakni gliserol, asam asetat, air, tepung tapioka, resin alami, dan ragi.
"Bio plastik ini bisa terurai hanya dalam waktu 15 hari. Sedangkan plastik sintetis setiknya baru terurai 100 tahun kalau dipendam di tanah," tegas Kevin.
Untuk membuat bio-plastik dari isi ramen itu, keempat mahasiswa ini berburu ramen sapi di rumah pemotongan hewan (RPH). Rumen merupakan sampah di RPH. Selama ini ramen dan isinya dibuang. Kalaupun dipakai kadang kala isi ramen hanya dibuat untuk makanan hewan.
Di tangan para mahasiswa itu, isi ramen diubah sebagai bahan plastik ramah lingkungan. Setiap bijih plastik ukuran 15x10 Cm membutuhkan seperempat isi ramen, Dalam sehari, kelompok itu bisa membikin tiga loyang bijih plastik berukuran 15x10 Cm itu.
Nayla, anggota kelompok itu, berharap inovasi mereka nantinya bisa diaplikasikan secara sempurna sebagai bio-plastik. Sehingga plastik sintetis ke depan bisa dikurangi, dengan diubah memakai bio-plastik yang mudah terurai dan ramah untuk lingkungan.