Breaking News:

Universitas Islam Malang

Unisma Tawarkan Potensi Islam yang Damai pada Timur Tengah

UNIVERSITAS ISLAM MALANG - Tawarkan potensi Islam yang damai (sekali lagi, POTENSI) pada Timur Tengah. Caranya--->>

Editor: yuli
unisma.ac.id
SEMINAR DI UNISMA - Indian Ocean Rim Association (IORA) dan Masa Depan Hubungan Indonesia – Timur Tengah: Meretas Kemitraan Strategis Trans-Hindia. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Universitas Islam Malang menunjukkan langkah konkret dalam pengembangan kampus menuju World Class University.

Kali ini kampus berhaluan Nahdlatul Ulama (NU) ini dengan menggandeng Direktorat Timur Tengah - DirJen Asia Pasifik dan Afrika – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Kedua instansi ini menggelar seminar bertajuk Indian Ocean Rim Association (IORA) dan Masa Depan Hubungan Indonesia – Timur Tengah: Meretas Kemitraan Strategis Trans-Hindia. 

“Kami menyelenggarakan seminar di Universitas Islam Malang ini bukan tanpa alasan. Kami melihat perkembangan yang sangat dinamis di sini. Baik dari program studi, program-program penelitan dan beberapa program yang khas. Ke depannya semoga akan terbangun kerjasama yang solid antar Kementerian Luar Negeri dan Unisma Diberbagai aspek,” ungkap Sunarko, direktur Timur Tengah Kemenetrian Luar Negeri Kemenlu RI, sebagaimana dikutip SURYAMALANG.COM dari laman resmi Unisma, 7 November 2017.

Rektor Universitas Islam Malang Prof Dr H Maskuri, M.Si mengatakan bahwa Kementerian Luar negeri saat ini sedang memerlukan berbagai masukan kebijakan serta strategi terkait dengan bagaimana membangun Indonesia dengan timur tengah. 

“Indonesia memiliki isu yang sangat strategis dengan Islam Rahmatan lil Alamin-nya. Selain itu juga tradisi saling menghormati di negara kita ini, tradisi saling menghormati perbedaan suku, ras dan juga golongan yang menjadi cirri khas negara kita,' ujarnya.

Berbeda dengan wajah negara di Timur tengah yang penuh dinamika, bahkan saling berperang meskipun itu sesama negara muslim. Indonesia memiliki potensi yang sangat strategis mulai dari destinasi wisata hingga banyaknya jumlah lembaga pendidikan yang ini pun dipengaruhi dari besarnya jumlah angka penduduk di Indonesia.

"Bebagai potensi ini tidak bisa diabaikan.” tegasnya. Maskuri berharap kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk bersinergi dan saling menguatkan kelembagaan. Dalam seminar itu juga dihadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya.

Di antaranya, Prof. Dr. H. Imam Suprayogo (dosen Unisma dan Praktisi Pengembangan kerjasama Timur Tengah), Prof. Dr. Hj. Nurhajati , SE.,M.S. (Kadin Malang dan Guru Besar Fak. Ekonomi Unisma) serta Direktur Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri RI Sunarko.

Seminar itu juga mengulas secara rinci serba serbi hubungan bilateral antara Indonesia dan negara timur tengah. Sunarko menjelaskan, bahwa Indian Ocean Rim Association (IORA) adalah pelopor dan satu-satunya organisasi regional di wilayah Samudera Hindia.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved