Malang Raya
Terkait Polemik Transportasi Online dan Konvensional, Ini Pernyataan Wakil Wali Kota Malang
pengemudi transportasi berbasis online dan konvensional nyaris bentrok, Jumat (8/12/2017) malam.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Wakil Wali Kota Malang Sutiaji meminta pengemudi transportasi berbasis online dan konvensional tetap menghormati kesepakatan zonasi di Kota Malang.
Hal ini untuk menghindari bentrok antara kedua belah pihak.
Seperti diberitakan, pengemudi transportasi berbasis online dan konvensional nyaris bentrok, Jumat (8/12/2017) malam.
Kedua belah pihak sampai akhirnya nggeruduk Polres Malang Kota.
"Semalam saya terus minta kepada kedua belah pihak supaya sama-sama menahan diri agar tidak sampai terjadi bentrok," ujar Sutiaji, Sabtu (9/12/2017).
Ia meminta kedua belah pihak saling menahan diri, salah satunya dengan menaati kesepakatan zonasi yang dibuat awal tahun 2017.
"Ini memang akan terus menjadi PR bagi pemerintah daerah selama Permenhub yang baru belum dilaksanakan. Sejauh ini masih disosialisasikan," imbuhnya.
Pemkot Malang, lanjutnya, terus memantau perkembangan transportasi online.
Konflik antara transportasi berbasis online dan konvensional beberapa kali terjadi di Kota Malang.
Konflik ini sempat memicu beberapa kali demonstrasi besar-besaran oleh pengemudi transportasi konvensional.
Awal tahun lalu, kedua belah pihak menyepakati adanya pengaturan zonasi.
Transportasi berbasis online tidak boleh mengangkut penumpang di zona-zona yang disepakati seperti Stasiun Malang dan Terminal Arjosari Malang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/wakil-wali-kota-malang-sutiaji-terkait-penyetruman-siswa-sdn-lowokwaru-3_20170504_170537.jpg)