Malang Raya
Ya Ampun! Tiap Bulan Ada Satu Ibu Hamil Meninggal di Kota Malang
Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan masih menjadi pekerjaan rumah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan masih menjadi pekerjaan rumah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.
Apalagi angka AKI pada 2017 ini lebih banyak dibandingkan 2016 dan 2015.
Berdasar data di Dinkes Kota Malang, jumlah AKI 2015 sebanyak delapan kasus.
Sedangkan kasus pada 2016 sebanyak sembilan kasus.
Angkanya berubah menjadi 14 kasus pada 2017.
Jika dirata-rata, setidaknya terjadi satu kematian ibu dalam satu bulan.
Kematian ibu ini dalam artian untuk ibu hamil, melahirkan, dan ibu dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan).
Informasi yang dihimpun SURYAMALANG.COM, terjadi empat kematian ibu pada Juli 2017.
Lonjakan kasus ini membuat Dinkes Kota Malang mendapat teguran dari Dinkes Jatim.
Kasus kematian ibu yang tercatat pada 2017 antara lain terjadi di Puskesmas Rampal Celaket, Puskesmas Kendalkerep, dan Puskesmas Cisadea.
Kepala Dinkes Kota Malang, Asih Tri Rachmi menegaskan pihaknya terus mencari terobosan dan solusi untuk menekan AKI.
Tindakan yang sudah dilakukan adalah pemantauan ibu hamil oleh bidan.
Para bidan ini tergabung dalam grup bernama Bidan Arema.
“Bidan Arema ini harus memantau ibu hamil di wilayahnya.”
“Bidan harus melaporkan status ibu hamil tersebut.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ilustrasi-ibu-hamil_20170506_101402.jpg)