Kamis, 7 Mei 2026

Malang Raya

Ya Ampun! Tiap Bulan Ada Satu Ibu Hamil Meninggal di Kota Malang

Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan masih menjadi pekerjaan rumah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Zainuddin
Pregnancy Baby
Ilustrasi. 

“Terutama status kehamilan yang berisiko tinggi,” tegas Asih kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (21/12/2017).

Pantauan dan apa yang dilakukan para bidan itu harus dilaporkan agar diketahui Puskesmas dan Dinkes.

Jika ada ibu hamil berisiko tinggi, bidan harus mendampingi ibu hamil sampai rumah sakit.

Di sinilah kadang kala terjadi kegagalan pendampingan.

“Sebab ketika si bidan pulang, kadang pasien minta pulang paksa dari rumah sakit.”

“Inilah yang beberapa kali membuat kegagalan.”

“Makanya kami melibatkan perangkat kelurahan sampai RW untuk memberi kesadaran kepada masyarakat,” imbuhnya.

Kerja sama dengan kelurahan dan RW ini antara lain memberi layanan antar-jemput gratis ke rumah sakit bagi ibu hamil berisikko tinggi.

Asih menuturkan kematian ibu melahirkan didominasi faktor ibu berisiko tinggi.

Di antaranya si ibu memiliki anemia, penyakit kronis, dan adanya infeksi.

Makanya bidan harus memantau ibu hamil dari tiga hal tersebut.

Petugas terus kampanye agar ibu hamil tidak termasuk dalam golongan 4T yakni terlalu tua, terlalu muda, terlalu banyak anak, dan terlalu dekat jarak antar anak.

Terlalu tua itu berusia lebih dari 35 tahun.

Terlalu muda berarti berusia kurang dari 20 tahun.

Terlalu banyak anak berarti sudah memiliki empat anak.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved