Malang Raya

Ada Perdamaian dalam Kasus Dugaan Jual Beli Ginjal, Pengacara Penerima Ginjal Justru Sampaikan Ini

Pengacara Erwin Susilo, Maskur SH MH menyatakan bahwa pihak mereka tidak mendapatkan undangan pertemuan apapun dari RSSA maupun Ita.

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Penerima transpalasi ginjal dari Ita Diana, Erwin saat berjalan di Jalan Metro, Kota Malang, Kamis (21/12/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Kasus transplantasi ginjal yang sempat ramai beberapa saat yang lalu dengan melibatkan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang memasuki babak baru.

Seperti diketahui kasus ini melibatkan pendonor ginjal Ita Diana, dan penerima ginjal Erwin Susilo. 

yang terbaru, Ita Diana menyatakan sudah menandatangani surat damai dengan RSSA.

Meski sudah berdamai dengan pihak RSSA, Ita menyayangkan ketidakhadiran pihak Erwin dalam pertemuan kedua pihak di RSSA.

Baca: Dugaan Kasus Jual Beli Ginjal di Malang, Ita Diana Berdamai dengan RSSA, Simak Kronologisnya

Mengenai hal itu, pengacara Erwin Susilo, Maskur SH MH menyatakan bahwa pihak mereka tidak mendapatkan undangan pertemuan apapun dari RSSA maupun Ita.

“Tidak ada undangan apapun ke Pak Erwin atau ke pihak pengacara, maka kami tidak datang. Kalau ada undangan ya pasti kami datang,” katanya pada SURYAMALANG.COM, Kamis (8/1/2018).

Terkait penandatanganan surat damai antara Ita dan RSSA, Maskur menyambutnya dengan gembira karena penyelesaian secara kekeluargaan memang sangat tepat dilakukan, dan merupakan harapan dari kliennya.

“Semula kami mau balik melaporkan kalau masalah ini tidak kunjung selesai. Klien saya sudah ingin melapor tapi saya redam. Lebih baik diselesaikan secara kekeluargaan,” lanjutnya.

Terkait Ita yang mendapatkan dana santunan dari RSSA, Maskur juga menyambut baik.

“Yagitu sekali-sekali RSSA memberi santunan ke orang yang tidak mampu. Klien saya ini sudah sakit gagal ginjal, gagal bisnis, apa salahnya RS membantu Ita,” ujar dia.

Dengan damainya Ita dan pihak RSSA, Maskur berharap Ita lebih legowo dan sama-sama berjalan dengan memperbaiki hubungan silaturahmi yang tidak saling memojokkan.

“Mudah-mudahan untuk Pak Erwin dan Bu Ita semua semakin baik, kondisinya selalu sehat, dan menjaga hubungan kekeluargaan yang baik. Jangan ada lagi saling menjatuhkan dan melapor,” harapnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved