Nasional

Selain Terima Harley Davidson, Auditor BPK juga Dibayari Karaoke Bareng Purel

#JAKARTA - Auditor Madya pada Sub-Auditorat VII B2 Badan Pemeriksa Keuangan, Sigit Yugoharto, didakwa menerima hadiah motor Harley Davidson.

Editor: yuli
Kompas.com/Robertus Belarminus
KPK menampilkan motor Harley Davidson Sportster 883 dalam pengungkapan kasus suap yang melibatkan General Manager PT Jasa Marga (Persero) cabang Purbaleunyi, Setia Budi dan Auditor Madya pada Sub Auditorat VII B2 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Sigit Yugoharto. Jumat (22/9/2017). 

Menurut Ali, total pendapatan dari gaji pokok dalam periode 2010 hingga 2017 mencapai Rp 2,2 miliar.

Adapun pendapatan yang berasal dari honor perjalanan dinas sekitar Rp 400 juta.

Ali Sadli diduga menyamarkan uang yang diperoleh dari gratifikasi. Uang senilai lebih dari Rp 10 miliar diubah bentuk menjadi berbagai aset.

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan jaksa KPK yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Beberapa aset digunakan untuk menyamarkan berupa kendaraan mewah. Menurut jaksa, pembelian aset tersebut diduga sebagai upaya menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaan.

Tujuannya agar harta kekayaan yang berasal dari gratifikasi seolah-olah bukan dari suatu kejahatan.

Ali Sadli adalah penerima suap dari Kepala Bagian Tata Usaha dan Keuangan Inspektorat Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Jarot Budi Prabowo.

Ali dan koleganya, Rochmadi Saptogiri, selaku Auditor Utama Keuangan Negara III BPK, menerima suap Rp 240 juta dari pejabat Kemendes.

Uang tersebut diduga diberikan agar Rochmadi menentukan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kemendes tahun anggaran 2016. kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved