Pasuruan
Pakai Modus Rusak Rumah Tangga, Begini Cara Pasutri Asal Pasuruan Ini Rampas Motor Orang Lain
Ini menjadi peringatan bagi orang yang suka merusak hubungan orang lain. Awas dimanfaatkan oleh orang lain.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Zainuddin
“Ternyata tersangka Sugianto pura-pura marah besar,” jelas Tinton.
Dalam kondisi marah besar, Sugianto minta korban minta maaf kepadanya.
Caranya, korban harus menyerahkan motor miliknya.
Awalnya, korban enggan menuruti permintaan tersangka.
Namun, tersangka semakin menekan korban.
Bahkan, korban diancam akan dilaporkan atas tuduhan merusak hubungan rumah tangganya.
“Korban ketakutan. Akhirnya korban menyerahkan kunci motornya ke tersangka.”
“setelah itu korban lari meninggalkan motornya di warung kopi.”
“Sedangkan Sri dan Sugianto pergi membawa motor milik korban.”
“Korban lapor lapor ke polisi,” tambah mantan Kasatreskrim Polres Lumajang tersebut.
Di hadapan polisi yang memeriksanya, para tersangka mengaku melakukan hal itu untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Pasutri ini mengaku memiliki utang kepada temannya.
“Kami masih menyelidiki ke mana tersangka menjual barang milik korban.”
“Kalau uangnya untuk kebutuhan rumah tangga.”
“Kami juga masih mengecek motor yang tidak ada nomor polisinya itu milik siapa,” imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pasangan-mesum-yang-digerebek-satpol-pp-di-kendal_20171024_084811.jpg)