Breaking News:

Malang Raya

Chef Agus Sasirangan Berbagi Pengalaman Bisnis Kuliner di Universitas Negeri Malang

Chef Agus Sasirangan (31) berbagi pengalaman berbisnis kuliner lewat 'Kreatif Kuliner' dengan para mahasiswa Universitas Negeri Malang

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Chef Agus Sasirangan, alumni Prodi Tata Boga Universitas Negeri Malang berbagi pengalaman ke mahasiswa berbisnis kuliner di ruang AVA, Fakultas Sastra UM, Rabu (21/2/2018). 

Tantangannya lainnya adalah perlu kerjasama dengan supplier. Karena sangat dimungkinkan jika belanja sendiri oleh karyawan, ada yang mencurangi harga atau barang tidak sesuai belanja. Sehingga harus sering mengecek ulang. Contohnya beli bawang sekian kg senilai sekian rupiah. Apa benar barang dan harganya sesuai.

"Namun jika dengan supplier, ibaratnya beli bawang Rp 5000 saja dilayani. Harganya juga jelas," kata host TV di beberapa program masak ini.

Dari perjalanan bisnis, menurut Agus adalah mempertahankan usaha yang sudah berjalan. Karena ada kalanya sepi sehingga harus disiapkan program promo atau kerjasama.

Latifah, seorang mahasiswa bertanya bagaimana menyiasati kenaikkan harga pokok. Padahal pengusaha tidak ingin mengurangi porsi makanan karena khawatir pelanggan pergi.

"Kalau saya lebih memilih cari harga tengah. Misalkan harga bawang per kg antara Rp 20.000 sampai Rp 30.000. Maka saya pakai perkiraan harga tengah Rp 25.000 per kg," ujar penulis buku ini.

Sehingga ketika menjual harga makanan sudah diprediksi kenaikan beberapa produknya.

"Jangan berasumsi dengan harga termurah," tipsnya. Sebab ketika naik, akan memberatkan. Namun jika sedang naik, berada di tengah-tengah, jika menaikkan harga tak banyak. Misalkan Rp 1000.

Sepengetahuan dia, tak pernah harga kebutuhan pokok naik semua. Namun hanya beberapa. Tips lainnya adalah jika punya usaha offline, maka tukang parkir juga perlu kerjasama. Karena ulah tukang parkir bisa jadi penyebab orang enggan datang. Sehingga tukang parkirnya bisa berlaku sopan dari sikap dan lisan.

Pesan Chef Agus kepada mahasiswa adalah motivasi harus datang dari diri sendiri.

"Hidup itu harus punya impian untuk melangkah setiap harinya," kata dia.

Jika bermimpi jadi pengusaha kuliner, maka miliki pengetahuan dengan kuliah atau kursus kuliner, bergaul dengan orang kuliner. "Jika impian kita jelas, maka jalankan," papar Agus.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved