Rabu, 15 April 2026

Kota Batu

Ritual Cukur Rambut 6 Calon Bikkhu Jelang Penahbisan di Kota Batu

#BATU - Kami para Bhikkhu yang berlatih dapat menjaga moralitas dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menjaga kemurnian ajaran Buddha.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: yuli
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
PENAHBISAN BIKHU - Enam Samanera (salon Bikhu) berfoto bersama dengan latar Patung Budha Tidur usai mengikuti prosesi pencukuran rambut, rangkaian kegiatan Upasampada (Penahbisan Bikhu) di Vihara Dhammadipa Arama, Kota Batu, Sabtu (24/2/2018). Sebanyak enam Samanera dicukur rambutnya sebagai tanda melepaskan keduniawian dan menerima jubah baru. Setelah ditahbiskan menjadi Bikhu mereka diikat dengan 227 peraturan kebhikuan. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Menggunakan jubah oranye, enam calon bhikku duduk berjajar di dekat patung Budha Tidur di Vihara Dhammadipa Arama, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Sabtu (24/2/2018).

Mereka harus melalui masa ritual sebelum ditabiskan menjadi seorang bhikkhu.

Ritual itu ialah cukur rambut oleh para banthe sebagai tanda pelepasan duniawi.

Bhante Khemadharo mengatakan, keenam calon bhikkhu ini sudah melewati empat syarat. Yakni seorang pria, harus berumur mencapai 20 tahun, tidak cacat, dan tidak pernah melakukan kejahatan.

"Sebelum lolos menjadi bhikkhu, seorang pria melatih diri menjadi seorang petapa pemula atau Samanera. Sedangkan pria yang berkeinginan melanjutkan pelatihannya lebih tinggi lagi dengan menjadi bhikkhu, maka ia harus melewati proses upasampada atau penabisan bhikkhu," tutur dia.

Keenam calon bhikkhu itu berasal dari beberapa daerah di Indonesia, seperti Kalimantan, Jawa Tengah, Sulawesi. Mereka adalah Samanera Pabhajayo, Samanera Karunasilo, Samanera Indasilo, Samanera Uggasilo, Samanera Upasanto, dan Samanera Jayasilo.

Pentabisan calon bhikkhu ini akan dilakukan Minggu (25/2) pukul 08.00.

Mereka akan menerima persembahan jubah bhikkhu dari orang tua, menuju tempat mengganti jubah baru.

Sebelum Upasampada dimulai, calon bhikkhu menuju ruang Dhammasala sambil membawa bunga, dupa, lilin untuk memohon sepuluh peraturan.

"Kemudian calon bhikkhu menuju Uposathagara sambil membawa amisapuja mengelilingi Uposathagara searah jarum jam sebanyak tiga kali. Sembari diiringi dengan suara bedug, genta dan gamelan hingga prosesilain sampai acara selesai," paparnya.

Setelah semua acara telah dilaksanakan dengan sempurna maka lahirlah Bhikkhu baru yang dapat membantu perkembangan Sangha Theravada Indonesia untuk menjaga dan melestarikan Dhamma khususnya di Indonesia.

Calon bhikkhu, Samanera Indasilo mengaku sudah berjanji dan berpegang teguh dalam Dhamma dan Vinaya (peraturan) yang telah ditentukan. Yakni dengan peraturan yang jumlahnya 227 butir sila kebhikkhuan atau Patimokkha sila.

“Kami para Bhikkhu yang berlatih dapat menjaga moralitas dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menjaga kemurnian ajaran Buddha," kata dia.

Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved