Pilkada Kota Malang
Inilah Sejumlah Contoh Kampanye Hitam Selama Pilkada Kota Malang
#MALANG - Tiga tim sukes pasangan calon mengakui adanya kampanye hitam yang menyerang jagoan masing-masing. Contohnya-->>
Penulis: Benni Indo | Editor: yuli
Timses nomor 2, Asik akan melakukan konsolidasi menyusun strategi untuk memerangi kampanye hitam. Mereka juga akan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terpengaruh kampanye hitam. Arief juga menegaskan kalau pihaknya tidak akan melakukan kampanye hitam sebagai bentuk serangan balasan.
Sementara Timses nomor 3 yang akrab disapa SAE melalui Zaini Nashiruddin mengatakan kalau pihaknya mengetahui adanya kampanye hitam dan orang-orang yang berada di belakangnya. Namun Zaini menegaskan kalau dia tidak ambil pusing terhadap kampanye hitam yang dilancarkan ke Sutiaji dan Edi.
Zaini menyadari adanya kampanye hitam karena saat ini hanya paslon SAE saja yang tidak terjerat kasus hukum oleh KPK. Meskipun Sutiaji sempat diperiksa pada Jumat (23/3/2018), namun statusnya masih saksi. Berbeda dengan dua calon lainnya yang sudah menjadi tersangka.
"Kami mendahukukan konsolidasi internal. Kami tidak terlena. Tujuan awal kami tetap kampanye. Kampanye yang sepantasnya," paparnya.
Sejauh ini, menurut Zaini, kampanye hitam yang dilancarkan ke Sutiaji tidak begitu berpengaruh. Namun begitu, Zaini juga tidak segan untuk mengambil langkah hukum jika dirasa sudah keterlaluan dan merugikan.
"Saya melihat bahwa begitu itu hal yang wajar. Toh sudah jelas tiga orang dipanggil KPK. Kalau ada orang mau goreng ya silahkan saja. Masyarakat sudah pinter. Prinsipnya tidak ada yang sempurna," urainya.
Zaini berharap agar Pilkada 2018 di Kota Malang tetap berjalan kondusif. Bagaimana pun juga, menurutnya, peristiwa yang ada di Kota Malang saat ini mencerminkan wajah Kota Malang. Oleh sebab itu, sudah seyogianya menunjukkan hal positif.
"Apapun yang terjadi di luar. Kami tetap fokus kampanye. Kami sudah punya jargon SAE, maka harus dilakukan dengan sae (santun)," tegasnya.
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri menghimbau agar masyarakat Kota Malang tidak terpengaruh oleh kampanye hitam. Ia juga menyarankan, pihak-pihak yang merasa dirugikan melapor ke Panwas.
"Terntunya dari Panwas akan koordinasi dengan Polres," katanya.
Jika terdapat unsur pidana, maka akan ditindak tegas sesuai undang-undang. Sejauh ini, untuk mengantisipasi kamoanye hitam di sosial media, polisi rutin melakuian patroli cyber.
"Kami sampaikan di sosmed agar seluruh elemen masyarakat menghindari black campaign. Isu SARA. Kami melaksanakan patroli di media sosial dan melakukan counter opini atau peneguran," paparnya.
Sejauh ini belum ada laporab yang masuk ke Polres Malang Kota. Di akhir, Asfuri mengatakan akan mendalami perihal mulai munculnya sejumlah kampanye hitam di sosial media. Polisi akan mengambil tindakan tegas jika ada bukti yang kuat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/yaqud-ananda-gudban-ikuti-psikotes-di-rs-saiful-anwar-kota-malang-kamis-1112018_20180111_083506.jpg)