Mojokerto

Siswi SMA Dijadikan Objek Pemuas Nafsu Oleh Ayah Tiri, Ada Kode Khusus saat Mengajak Bercinta

Leo sapaan akrab Kapolres Mojokerto mengatakan, sesuai penyidikan tersangka telah menyetubuhi korban semenjak kelas XI SMA.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: eko darmoko
IST
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Anggota Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Mojokerto menangkap tersangka persetubuhan di bawah umur.

Kasus asusila yang menimpa korban BN (17) siswi SMA di Mojokerto ini terungkap setelah ibunya melaporkan suaminya telah berbuat tidak senonoh terhadap korban.

Tersangka Misran (58) dijemput paksa oleh polisi di kediamannya Desa Bening, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata menjelaskan, tersangka melakukan perbuatan yakni persetubuhan terhadap anak di bawah umur lebih dari satu kali.

Biasanya, tersangka menyetubuhi korban yang merupakan anak tirinya itu saat rumah dalam kondisi kosong.

"Istri tersangka saat itu tidak di rumah," tuturnya di Mapolres Mojokerto, Rabu (28/3/2018).

Adapun modus tersangka yakni memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya di kamar belakang warung miliknya.

Tersangka bahkan, mempunyai kode khusus ketika 'minta jatah' (berhubungan intim) terhadap korban.

Namun, korban berulang kali berupaya menolak ajakan tersangka untuk berhubungan intim layaknya pasangan sah suami istri.

"Tersangka sempat membawa pisau dapur menakuti korban saat mengajak berhubungan intim," ujarnya.

Leo sapaan akrab Kapolres Mojokerto mengatakan, sesuai penyidikan tersangka telah menyetubuhi korban semenjak kelas XI SMA.

"Kondisi korban masih trauma," imbuhnya.

Tersangka Misran mengaku selalu memanggil korban dengan kata 'ayo' (berhubungan intim) ketika meminta 'jatah'.

Korban terpaksa menuruti kemauan tersangka untuk bercinta lantaran takut akan dipukuli.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved