Jendela Dunia
Perjalanan Panjang Coca Cola, dan Kisah Tragis Pembuatnya yang Tewas dalam Kemiskinan
Kini Coca Cola mudah ditemukan di segala jenis tempat penjualan. Ada kisah pilu di balik perjalanan Coca Coca.
Kecanduannya semakin menjadi-jadi.
Akhirnya dia menyadari bahwa dia nyaris bangkrut gara-gara mahalnya biaya untuk memenuhi kecanduannya terhadap morfin.
Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan menambah kecanduan morfinnya, Pemberton menjual hak atas formula dan bagian dari perusahaannya.
Pemberton masih percaya bahwa minuman ciptaannya itu akan menjadi minuman nasional di masa depan.
Makanya dia tetap mempertahankan hak kepemilikannya.
Dia berharap dirinya bakal memberikan perusahaan itu kepada putranya, Charley Pemberton.
Meskipun perusahaan lain dapat menggunakan formula itu, tapi Charley tetap memiliki kepemilikan nama Coca-Cola.
Sayangnya, Charley lebih tertarik mendapat uang dengan cepat.
Jadi pada tahun 1888, tepat sebelum kematiannya, John dan Charley Pemberton menjual apa yang tersisa dari paten ke taipan bisnis Asa Candler.
Pada bulan Agustus 1888, John Pemberton yang telah sakit selama beberapa tahun itu meninggal karena kanker perut.
Saat kematiannya, Pemberton diyakini sudah jatuh miskin dan dia masih kecanduan morfin.
Menurut Mark Pendergrast yang menulis buku For God, Country, and Coca-Cola: The Definitive History of the Great American Soft Drink dan Perusahaan yang Membuatnya, Charley Pemberton juga ternyata menderita penyalahgunaan zat adiktif.
Dia merupakan peminum dan pengguna opium dan meninggal enam tahun setelah ayahnya.
Sementara itu di bawah pengelolaan Asa Candler, Coca-Cola Company berubah menjadi Coca-Cola Corporation.
Perusahaan ini kemudian menjadi produsen dan pengecer minuman ringan terkemuka di dunia.