Jendela Dunia

Perjalanan Panjang Coca Cola, dan Kisah Tragis Pembuatnya yang Tewas dalam Kemiskinan

Kini Coca Cola mudah ditemukan di segala jenis tempat penjualan. Ada kisah pilu di balik perjalanan Coca Coca.

Editor: Zainuddin
Brightside
Logo Coca Cola. 

Di bawah tangan dinginnya, Coca Cola mencapai kesuksesan.

Ini diawali sejak Candler menjadi pemilik tunggal Coca Cola pada tahun 1891.

Candler mengambil alih salah satu teknik pemasaran paling inovatif yang pernah dilakukan.

Dia menyewa salesman keliling untuk membagikan kupon Coke gratis.

Tujuannya adalah agar orang-orang mencoba minuman, menyukainya, dan kemudian membelinya. 

Selain kupon, Candler juga memutuskan untuk memasarkan Coca-Cola dengan menempelkan logo pada kalender, poster, buku catatan, dan bookmark untuk menjangkau pelanggan. 

Itu adalah satu langkah untuk menjadikan Coca-Cola sebagai merek nasional, bukan hanya merek regional.

Namun Candler melakukan langkah kontroversial ketika menjual sirup Coca-Cola sebagai obat paten, mengklaim bahwa sirup itu bisa mengobati kelelahan dan sakit kepala.

Pada tahun 1898, Kongres mengeluarkan pajak pascaperang Spanyol-Amerika. 

Pajak itu dibebankan untuk semua produk obat.

Kemudian dia ingin menjual Coca-Cola hanya sebagai minuman.

Setelah pertempuran di pengadilan, Coca-Cola tidak lagi dijual sebagai obat.

Ini juga menjadi akhir dari polemik kandungan kokain yang awalnya terdapat dalam Coca Cola

Sebagaimana dilansir Live Science, paling tidak hingga tahun 1903, Coca Cola diyakini mengandung kokain. 

Meski Coca Cola Company membantahnya, namun bukti sejarah memperlihatkan bahwa Coca Cola dulunya memang memiliki kandungan itu. 

Tahun 1929, akhirnya mereka membuang seluruh kandungan yang berkaitan dengan kokain sehingga tak mengandung bahan itu sama sekali.

Kini Coca Cola menjadi minuman ringan paling terkemuka di dunia.

UPDATE BERITA TERKINI: 

LIKE Facebook Surya Arema
FOLLOW Instagram Surya Malang
FOLLOW Twitter Surya Malang

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Asal Mula Coca Cola dan Kisah Tragis Pembuatnya yang Tewas dalam Kemiskinan Akibat Kecanduan Morfin.

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved