Pantas Saja Rudal Tomahawk Mudah Dihancurkan, Ternyata ini Kehebatan S-200
71 Rudal Tomahawk berhasil dihancurkan oleh S-200, seperti inilah kehebatannya
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
SURYAMALANG.COM – Pemerintah AS, Inggris, dan Perancis akhinya memutuskan untuk melakukan serangan militer terhadap rezim Bashar al-Assad.
Serangan ini merupakan respons AS terhadap dugaan serangan senjata kimia yang disebut Trump sebagai sebuah "kejahatan seorang monster".
Tapi ternyata Pertahanan Udara Suriah juga tak tinggal diam melihat serangan AS beserta sekutunya.
Kemenhan Rusia mengatakan, militer Suriah yang menggunakan sistem pertahanan udara S-200 sukses merontokkan 71 misil jelajah Tomahawk yang digunakan oleh AS.
Padahal, menurut Kemenhan Rusia, sistem pertahanan S-200 yang dimiliki Suriah sudah terbilang kuno karena dibuat di masa kejayaan Uni Soviet.
Dilansir dari Dailymail, Rudal Tomahawk adalah rudal militer paling canggih. Dilengkapi dengan pembacaan peta untuk menemukan musuhnya, menggunakan kontur landscape dan kamera on-board untuk menemukan targetnya.
Baca: Sekali ke Kuburan, Pria Pasuruan Ini Dapat Rp 20 Ribu, Lalu Dia Ditangkap Polisi, Begini Ceritanya
Baca: Pantas 3 Truk di Jembatan Babat Tuban Lamongan Sulit Dievakuasi, Lihat Video ini, Beratnya Segini
Baca: Tega Sekali! Wanita Uzur Dipekerjakan Jadi Pengemis di Kediri, Hartanya Bikin Geleng-geleng Kepala
Baca: TKW Ini Ngaku Ditampung di Ruang Tertutup dan Pengap di Kota Malang, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya
Baca: Jembatan Babat-Widang Kok Bisa Runtuh? Inilah Pendapat Dari Pejabat Setempat.
Pertama kali diluncurkan oleh AS pada saat Perang Teluk, mampu terbang di ketinggian rendah dan medan yang rumit, sehingga tak dapat dilacak oleh radar.
Rudal ini mampu meluncur dengan bantuan mesin roket, tapi pada saat mengejar targetnya, mampu beralih ke mesin turbofan kecil.
Memiliki sistem pendingin di dalamnya, sehingga tak terlacak oleh detektor panas.
Tak hanya itu, Rudal buatan AS itu mempu membandingkan peta referensi dengan medan sesungguhnya, lalu memperbaiki arahnya jika terjadi perbedaan atau kesalahan, sehingga akurasinya sangat tinggi. Mampu menjangkau target sejauh 690 mil.