Breaking News:

Jendela Dunia

Kisah Bocah Indonesia yang Gabung ISIS dan Tewas di Suriah, Mampu Bongkar Senapan dalam 32 Detik

Saat usianya 11 tahun, bocah Indonesia ini ingin gabung ISIS. Dia meninggal saat berusia 13 tahun.

Editor: Zainuddin
kolase
Hatf Saiful Rasul (kiri), dan logo ISIS. 

Dia mencatat dalam esainya bahwa sekolah tersebut dikelola oleh ‘kawan yang berbagi ideologi kita’.

Hatf Saiful Rasul pergi ke Suriah bersama sekelompok kerabat pada 2015.

( Baca juga : Saddam al-Jamal, Pemimpin ISIS Terbrutal yang Bunuh Keluarga Calon Mertua karena Tak Direstui )

Dia bergabung dengan sekelompok pejuang Perancis.

Reuters berbicara dengan tiga pejabat kontra-terorisme di Indonesia yang mengonfirmasi bahwa anak laki-laki tersebut memang pergi ke Suriah.

Hatf Saiful Rasul adalah satu dari sekitar 12 orang dari pesantren Ibnu Mas'ud yang pergi ke Timur Tengah untuk memperjuangkan berdirinya negara Islam selama tahun 2013 dan 2016.

Sedikitnya 18 orang lain terkait sekolah itu telah dihukum atau ditangkap karena rencana dan serangan militan di Indonesia.

Termasuk tiga serangan paling mematikan di Tanah Air dalam 20 bulan terakhir.

Juru bicara Ibnu Mas'ud, Jumadi membantah sekolah tersebut mendukung ISIS atau kelompok Islam militan lainnya, atau mengajarkan interpretasi ekstrim atau ultra-kekerasan terhadap Islam.

Ibnu Mas'ud adalah satu dari sekitar 30.000 pesantren di seluruh Indonesia.

Jumadi mengatakan Hatf belajar di Ibnu Mas'ud.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved