Pasuruan

Inilah Komplotan Pencuri Hewan Ternak yang Sering Resahkan Warga Pasuruan dan Sekitarnya

Komplotan pencuri hewan ternak ditangkap anggota Polsek Prigen, Pasuruan, Selasa (29/5/2018) siang.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Zainuddin
YouTube
Mobil yang digunakan komplotan pencurian hewan di Prigen, Pasuruan. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Komplotan pencuri hewan ternak ditangkap anggota Polsek Prigen, Pasuruan, Selasa (29/5/2018) siang.

Komplotan ini beranggotakan lima orang yang sudah beraksi di beberapa lokasi di Kabupaten Pasuruan.

Bahkan, komplotan ini sudah mencuri puluhan hewan ternak, mulai kambing dan sapi.

Lima tersangka ini ditangkap di tempat terpisah.

Awalnya polisi menangkap Abdul Hamid (44).

Warga Perum Magersari, Bangil ini ditangkap di vila di Prigen.

( Baca juga : Sebelum Bunuh Diri, Inilah Permintaan Terakhir Siswi di Blitar, Susah Diwujudkan saat Bulan Puasa )

Saat ditangkap, Hamid sedang pesta minuman keras (miras) dan perempuan di vila itu.

Selanjutnya polisi menangkap M Rochim (27), Kasiono (24), Eko (29), dan Salim (34).

Empat pelaku ini ditangkap di rumah masing-masing.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya celurit, tang, dua tampar, dan obeng.

Kapolsek Prigen, AKP Baktiono Hendrianto mengatakan lima orang ini saling kenal, dan mereka berteman.

Namun, kelompok ini beraksi secara berbeda atau berpecah menjadi beberapa kelompok lebih kecil.

Misalnya saat mencuri di Pandaan yang hanya dilakukan Hamid dan Rohim.

Lalu di lokasi lain, Rohim beraksi bersama Eko.

( Baca juga : 5 Fakta Siswi SMP Blitar Bunuh Diri, Pengakuan Pengasuh Mencengangkan dan Bikin Syok )

“Mereka ini spesialis pencurian hewan.”

“Di Prigen saja, mereka sudah dua kali beraksi. Begitu pula di Beji,” kata Baktiono kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (30/5/2018).

Menurutnya, jaringan ini sudah kuat.

Bahkan, komplotan ini sudah memiliki pelangganan yang membeli sapi dan kambing hasil curian.

Saat ini pihaknya sedang mengejar penadah yang diduga sering membeli hewan curian dari lima tersangka ini.

Menurut Baktiono, komplotan ini beraksi selalu pada dini hari, dan menggunakan mobil.

Komplotan ini rela mengeluarkan uang untuk menyewa mobil rental.

Selanjutnya, komplotan ini menyisir untuk melihat kandang hewan ternak yang menjadi target.

“Mereka mencari kandang yang lokasinya jauh dari pemukiman.”

( Baca juga : Tak Perlu Jauh-jauh ke India, Di Malang Ada Masjid yang Disebut Mirip Taj Mahal )

“Hal itu untuk mengurangi risiko ketahuan warga atau pemilik ternak,” tambahnya.

Ada satu orang yang bertugas menjaga di mobil.

Sedangkan pelaku lain bertugas ke kandang.

Agar hewan tidak bersuara saat dibawa, komplotan ini membawa benda seperti bekap untuk menutup mulut dan mata hewan itu.

Biasanya hewan curian langsung dibawa ke penadah.

“Selain spesialis pencurian hewan, ada dari beberapa anggota komplotan ini yang juga menjadi DPO kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di Probolinggo,” terangnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved