Nikmatnya Makan Sambel Wader di Tepi Kolam Besar Peninggalan Majapahit
Berwisata sejarah sekaligus kuliner. Momen istimewa ini bisa anda dapatkan di sekitar Kolam Segaran peninggalan kerajaan Majapahit.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: yuli
"Banyak ya pesan sambel wader. Kalau pengunjung ya kebanyakan dari luar kota yang mampir untuk makan," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (13/6/2018).

Warung sambel wader Cak Mat ini sudah ada selama 10 tahun. Selain sambel wader ada juga aneka pepes di antaranya pepes wader, kutuk, udang, jeroan, patin dan belut. Harganya relatif murah untuk satu porsi pepes Rp 3000.
"Paling favorit ada menu sambel belut banyak juga dipesan," ungkapnya.
Menjelang lebaran seperti ini pengunjung dari luar kota yang mampir makan di warungnya meningkatkan drastis. Namun disisi lain ia sempat kesulitan mencari bahan baku utama yakni ikan wader yang mulai langka.
Dia harus memperoleh ikan wader dari petani di sekitar Trowulan bahkan kalau pasukan ikan wader minim ia harus mendatangkan dari luar Kota.
"Bahan baku sulit karena lagi tidak musim ikan," jelasnya.
Mubarok (34) pengunjung warung wader biasanya bersama keluarganya dari perjalanan ke Surabaya sengaja mampir ke Trowulan untuk berbuka puasa.
"Sambel wader paling enak dan cocok di lidah ya di Trowulan ini," katanya.
Menurut dia, menu andalannya selain sambel wader ia selalu memesan pepes wader, patin dan belut. Citarasa khas pepes dibungkus daun pisang itu membuatnya ketagihan.
"Masakannya sambel wader ini berbeda sangat sedap jadi selalu makan disini sudah
langganan," pungkasnya.