Inilah 6 Negara Selain Indonesia Yang Gunakan Bahasa Jawa, Begini Sejarahnya
Salah satu bahasa yang paling banyak memiliki penutur adalah Bahasa Jawa, namun siapa sangka 6 negara ini juga gunakan bahasa jawa di keseharian
Penulis: Sarah Elnyora Rumaropen | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM, - Indonesia terkenal dengan kekayaan budayanya.
Hal inilah yang membuat Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa daerah.
Salah satu bahasa yang paling banyak memiliki penutur adalah Bahasa Jawa.
Bahasa Jawa lazim digunakan dalam bahasa sehari-hari masyarakat bersuku Jawa, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, ataupun Yogyakarta.
Baca: Bukan Orang Sembarangan, Ini Potret Roestiandi Tsamanov Pacar Tajir Nasyila Mirdad
Baca: Terobos Hutan dan Kuburan, Perjuangan Yuni Shara Hibur Masyarakat Pelosok Banjir Pujian
Baca: Ditanya Apa Pernah Cemburu, Ussy Sulistiawati Malah Sebut Raffi Ahmad
Baca: Sosok Diduga Ariel Noah Kepergok Jalan Bareng Wanita, Apakah ini Kekasih Barunya?
Bahkan Bahasa Jawa tak hanya digunakan oleh penduduk Indonesia saja.
Ternyata ada beberapa negara lain yang juga menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa kesehariannya, apa saja negara tersebut dan bagaimana sejarahnya?
Yuk, langsung saja kita simak.
Dikutip dari TribunTravel.com, berikut 6 negara yang menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa keseharian.
1. Suriname
Terletak di Benua Amerika, Republik Suriname merupakan negara bekas jajahan Belanda.
Baca: Pantas Dewi Perssik Naik Darah, Ternyata Benda ini yang Dibawa Kabur ARTnya
Baca: Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 26-27 Juni 2018, Pertandingan Hidup dan Mati Argentina
Pada 1890 hingga 1939, Belanda membawa 75 ribu orang yang berasal dari Jawa untuk dijadikan pekerja di negara tersebut.
Tak heran jika hingga saat ini 15 persen penduduk Suriname memakai Bahasa Jawa sebagai bahasa percakapan sehari-hari.
2. Belanda
Bahasa Jawa di Belanda dibawa oleh orang-orang Jawa yang menjadi budak saat zaman penjajahan.
Baca: Ingat Wanita Botak Kiper di Film Shaolin Soccer? Penampilannya Kini Cantik Abis dan Bikin Pangling
Baca: Dua Pembakar Toko Warna-warni Mojokerto Masih Buron, Inilah Identitasnya
Bahkan, salah satu universitas tertua di Belanda, Universitas Leiden menyimpan berbagai naskah kuno yang menggunakan Bahasa Jawa.
3. Malaysia
Akibat tekanan perekonomian di Indonesia, orang-orang dari Suku Jawa pergi ke Malaysia pada 1900.
Bertempat tinggal di Malaysia, mereka sudah menjadi warga negara tersebut.
Meskipun begitu, beberapa dari mereka masih menggunakan Bahasa Jawa saat berbicara.
Baca: Dewi Perssik Bongkar Rahasia Ragu Punya Anak Dari Angga Wijaya, Begini Alasan Sebenarnya
Baca: Mewahnya Nia Ramadhani Liburan di Amerika, Menginap di Kawasan Elit Kendall Jenner
4. Singapura
Tahun 1825, sejumlah pekerja dari Suku Jawa dikirim ke Singapura untuk dipekerjakan sebagai buruh di perkebunan.
Satu di antara wilayah tempat pemukiman Warga Jawa tersebut adalah di tepi Sungai Rochor.
Wilayah tersebut kemudian diberi nama Kampong Jawa.
Selain fasih berbahasa Melayu, tentu saja mereka juga masih menggunakan Bahasa Jawa meskipun terhitung langka.
Baca: Tarif KA Baru Berlaku Mulai 1 Juli 2018, Bisa Lebih Murah, Perhatikan Daftar Tarifnya
Baca: Bertemu Uruguay di Babak 16 Besar, Portugal Sedikit Percaya Diri dan Banyak Cemasnya
5. Nouvelle Celedonie
Nouvelle Celedonie atau Kaledonia Baru adalah sebuah wilayah bekas jajahan Perancis.
Beribukota di Noumea, wilayah ini terletak di sub-benua Melanesia di Samudra Pasifik sebelah barat daya.
Selain menggunakan Bahasa Perancis, ternyata negara ini juga menggunakan Bahasa Jawa.
6. Cocos Island
Cocos Island atau Kepulauan Cocos merupakan sebuah kepulauan yang terletak di Samudera Hindia.
Mayoritas penduduk pulau ini berasal dari Jawa dan Melayu, yang dibawa oleh penjajah Inggris pada abad ke-19.
Oleh sebab itu Bahasa Jawa pun menjadi bahasa sehari-hari masyarakat pulau seluas 14 kilometer persegi tersebut.
Baca: Sejarah Baru, Setelah Dilarang Bertahun-tahun, Kini Wanita Arab Saudi Boleh Nyetir Mobil
Baca: Armand Maulana Hibur Warga Kota Batu di Gebyar Ketupat Balai Kota Among Tani 2018